Pengemudi Go-Jek Ditikam, Angkutan Online Dilarang Beroperasi

Kompas.com - 25/09/2017, 20:08 WIB
Wakapolres Cilacap, Kompol Hary Ardianto didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo memimpin rapat koordinasi Forum Lalu-lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/9/2017). dok. Humas Polres CilacapWakapolres Cilacap, Kompol Hary Ardianto didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo memimpin rapat koordinasi Forum Lalu-lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/9/2017).
|
EditorCaroline Damanik

CILACAP, KOMPAS.com - Jasa transportasi dalam jaringan (online) dilarang untuk beroperasi di seluruh wilayah Cilacap. Keputusan ini diketuk saat rapat koordinasi Forum Lalu-lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/9/2017).

Rapat yang berlangsung di Aula Rupatama Polres Cilacap dipimpin oleh Wakapolres Cilacap, Kompol Hary Ardianto didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo, serta dihadiri oleh semua unsur pemerintahan, termasuk perwakilan Ketua Organda Cilacap, Ketua Kopa Yaya Cilacap, Ketua Kopata Cilacap, Kepala Satpol PP Cilacap, serta Perwakilan Gojek Cabang Cilacap.

Hary menyebutkan, jasa transportasi online di Cilacap masih ilegal selama belum ada putusan dari MA terkait perijinan transportasi online. Untuk itu, pihaknya memutuskan untuk melarang jasa transportasi online beroperasi di Cilacap.

“Jika nanti di lapangan masih kami temukan, akan kami tindak tegas bekerja sama dengan Dinas Perhubungan,” kata Hary.

(Baca juga: "Ambillah Mobilnya, tetapi Jangan Nyawa Suamiku")

Senada, Kepala Dishub Cilacap juga menilai pemberhentian operasional jasa angkutan online menjadi jalan keluar di tengah konflik yang semakin memanas diantara para pelaku jasa transportasi di Cilacap.

Dia berharap, keputusan ini dapat membuat Cilacap kembali kondusif dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami juga akan melaksanakan razia-razia serta menghimbau kepada masyarakat jika memang masih mendapati transportasi online masih beroperasi silahkan memberikan laporan pada kami,” ujarnya.

Pengemudi Go-Jek ditikam

Rapat lintas sektoral yang digelar oleh Polres Cilacap digelar sebagai respons atas insiden penganiayaan pengemudi Go-Jek di terminal Cilacap, Sabtu (23/9/2017) lalu. Empat orang dipukuli dan satu orang tertusuk di bagian pantan sebelah kanan sedalam 10 cm.

Dari data yang dihimpun, penganiayaan terjadi di Terminal Cilacap sekitar pukul 16.00 WIB. Hary menegaskan, pihaknya tetap melanjutkan proses hukum atas kasus tersebut. Bahkan saat ini, pihaknya telah menahan lima orang yang diduga sebagai tersangka.

"Proses hukum masih berlanjut, kita serahkan pada Reskrim untuk proses penyidikan, lima orang kami tahan untuk menjalani proses pemeriksaan oleh Reskrim, inisial S (41), M (34), SP (18), MM (23), KS (33)," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Regional
Dalam Waktu 3 Hari, 2 Jenazah PDP di Makassar Diambil Paksa Keluarga, Ini Fakta Lengkapnya

Dalam Waktu 3 Hari, 2 Jenazah PDP di Makassar Diambil Paksa Keluarga, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Sofian Dicakar Harimau | 3 Oknum TNI Keroyok Remaja SMA gara-gara Berebut Pacar

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Sofian Dicakar Harimau | 3 Oknum TNI Keroyok Remaja SMA gara-gara Berebut Pacar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X