Gunung Agung Berstatus Awas, Posko "Crisis Center" Dibuka

Kompas.com - 25/09/2017, 19:08 WIB
Warga memotret asap yang mulai mengepul dari kawah Gunung Agung dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (19/9). Petugas pos pemantauan Gunung Agung telah mencatat tingkat kegempaan meningkat drastis dari 180 kali menjadi 366 kali dalam 24 jam terakhir. ANTARA FOTO/Nyoman BudhianaWarga memotret asap yang mulai mengepul dari kawah Gunung Agung dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (19/9). Petugas pos pemantauan Gunung Agung telah mencatat tingkat kegempaan meningkat drastis dari 180 kali menjadi 366 kali dalam 24 jam terakhir.
|
EditorCaroline Damanik

MAKASSAR, KOMPAS.com - Status Gunung Agung berada di level 'Awas', AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) membuka posko Crisis Center untuk mengantisipasi erupsi Gunung Agung di Bali, Senin (25/9/2017).

Posko Crisis Center dipusatkan di kantor MATSC yang masih berada di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada posko Crisis Center disiagakan pejabat MATSC, BMKG, Otoritas Bandara dan pihak Airlines. Posko Crisis Center ini berfungsi 24 jam untuk terus mengontrol perkembangan aktifitas Gunung Agung. Ada pun petugas disiagakan di posko Crisis Center beserta peralatan canggih.

General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC, Novy Pantaryanto, mengatakan, Crisis Center ditujukan sebagai wadah informasi dan komunikasi dalam mengantisipasi dampak erupsi Gunung Agung terhadap lalu lintas penerbangan.

Dari Posko Crisis Center, pihaknya akan mengatur pengalihan rute penerbangan, termasuk penyiapan bandara alternatif.

"Posko Crisis Center dari AirNav hanya ada di Makassar dan akan menangani seluruh bandara yang berada di bawah kewenangan AirNav Cabang Utama MATSC. Di bandara lain tetap melakukan operasi rutin, tapi tentunya tetap berada di bawah kendali kita," katanya.

(Baca juga: Viral, Foto Polisi Ikut "Ngamen" di Lampu Merah untuk Pengungsi Gunung Agung)

Dalam mengelola Crisis Center, Novy mengatakan pihaknya akan melibatkan seluruh pihak terkait, mulai dari para pejabat terkait dan supervisor di AirNav Indonesia, BMKG, otoritas bandara dan perwakilan maskapai penerbangan. Menurut dia, posko tersebut akan beroperasi selama 24 jam tatkala Gunung Agung meletus.

"Untuk sekarang Posko Crisis Center masih dalam monitoring. Jika sudah ada tanda-tanda erupsi Gunung Agung, maka Posko Crisis Center diaktifkan selama 24 jam. Dalam tiga hari terakhir, manajemen AirNav sudah mengumpulkan seluruh data penerbangan untuk mengatur jalur alternatif dan bandara alternatif. Saat Gunung Agung meletus, pihaknya memprioritaskan pesawat yang mendarat. Untuk yang belum berangkat bisa ditahan dan yang sedang di udara akan diberi dua opsi, apakah ke bandara alternatif atau kembali ke bandara asal," tuturnya.

Manager Umum AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC, Fuad menambahkan, untuk fasilitas SDM dan peralatan canggih sudah disiapkan sehingga seluruh penumpang yang ingin melakukan penerbangan tidak perlu kuatir dengan dampak Gunung Agung.

"Dengan SDM dan peralatan canggih, pemantauan aktivitas Gunung Agung terus terpantau. Jika ada sesuatu hal yang membahayakan penerbangan, bisa terdeteksi lebih dini. Jadi ada tindakan antisipasi hingga solusi mengatasi masalah," tambahnya.

 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X