Angkutan Gratis dan "Brother School" untuk Anak Pengungsi Gunung Agung

Kompas.com - 25/09/2017, 09:44 WIB
Sejumlah pengungsi letusan Gunung Agung berada di posko pengungsian Desa Les, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (24/9/2017). Jumlah pengungsi Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, 2.423 jiwa yang tersebar di 10 titik di Kabupaten Buleleng dan jumlah tersebut terus bertambah karena masih ada beberapa warga yang bertahan di rumahnya walaupun status gunung sudah pada level awas. ANTARA FOTO/Wira Suryantala/ama/17. ANTARA FOTO/Wira SuryantalaSejumlah pengungsi letusan Gunung Agung berada di posko pengungsian Desa Les, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (24/9/2017). Jumlah pengungsi Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, 2.423 jiwa yang tersebar di 10 titik di Kabupaten Buleleng dan jumlah tersebut terus bertambah karena masih ada beberapa warga yang bertahan di rumahnya walaupun status gunung sudah pada level awas. ANTARA FOTO/Wira Suryantala/ama/17.
|
EditorCaroline Damanik

KLUNGKUNG, KOMPAS.com - Gelombang pengungsi terus mendatangi sejumlah titik aman, baik yang disiapkan pemerintah maupun yang secara mandiri disiapkan warga di balai banjar dan rumah pribadi, setelah status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem naik menjadi awas.

Salah satu kabupaten yang kedatangan ribuan pengungsi adalah Klungkung. Hingga Senin (25/9/2017), ada 15.758 jiwa yang mengungsi ke Klungkung. Sekitar 2.919 di antaranya masih berstatus pelajar.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, Kabupaten Klungkung menyediakan angkutan gratis bagi pelajar di pos-pos pengungsian. Dalam kondisi darurat, angkutan bisa digunakan untuk melayani pengungsi.

"Ke depan kita punya program angkutan gratis, karena ada situasi begini akan kita percepat untuk melayani pengungsi," kata Suwirta, Senin (25/9/2017).

(Baca juga: Viral, Foto Polisi Ikut Ngamen di Lampu Merah untuk Pengungsi Gunung Agung)

Selain itu, sambil menunggu realisasi program untuk melayani kebutuhan pelajar di pengungsian, sekolah tingkat SLTA di Klungkung telah membuat program brother school. Dalam program ini, pelajar yang memiliki sepeda motor bertugas menjemput pengungsi ke sekolah.

"Jadi satu siswa di Klungkung menjemput satu siswa di pengungsian, memang belum maksimal karena ini baru hari pertama sekolah," ujar Suwirta.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X