Sanitasi dan Makanan Bayi Jadi Masalah di Pengungsian Gunung Agung

Kompas.com - 22/09/2017, 12:25 WIB
Suasana di pos pengungsi di GOR Swecapura, Klungkung, Bali. KOMPAS.com/Robinson Gamar Suasana di pos pengungsi di GOR Swecapura, Klungkung, Bali.
|
EditorReni Susanti

KLUNGKUNG, KOMPAS.com - Warga di sekitar Gunung Agung, Karangasem, Bali perlahan-lahan mengisi kantong pengungsian di sejumlah titik. Salah satunya di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali.

Hingga Jumat (22/9/2017) siang, terdapat 662 jiwa pengungsi yang ditampung di tempat ini. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring pengungsi yang terus berdatangan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Klungkung, Putu Widiada mengaku telah mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pengungsi.

Sampai Senin siang, belum ada masalah berarti terkait konsumsi. Namun, di lokasi ini minim fasilitas toilet umum. Pengungsi harus berbagi toilet dengan siswa SMPN 3 Klungkung yang letaknya persis di depan GOR Swecapura. Di SMPN 3 hanya tersedia 10 buah toilet.

(Baca juga: 1.259 Warga Mengungsi Akibat Aktivitas Vulkanik Gunung Agung, Jumlah Terus Bertambah)

"Siapapun kalau ada mohon bantuan toilet portabel, peralatan provinsi saat ini semuanya difokuskan di Karangasem," tutur Widiada.

Selain fasilitas toilet, salah satu kebutuhan paling mendesak adalah makanan bagi anak-anak dan balita. Untuk sementara, makanan balita dan anak-anak masih bisa disediakan Dinas Kesehatan Klungkung.

Seiring arus pengungsi yang terus berdatangan, kebutuhan diperkirakan akan terus meningkat. "Susu dan bubur bayi tadi sudah didrop dinas kesehatan, pasti akan dibutuhkan terus," tutupnya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal New Normal, Gubernur Sumsel: Protokol Kesehatan yang Lebih Diperketat

Soal New Normal, Gubernur Sumsel: Protokol Kesehatan yang Lebih Diperketat

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalsel 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalsel 27 Mei 2020

Regional
Satu Warga Positif Covid-19, Gang Berisi 75 Warga di Denpasar Dikarantina

Satu Warga Positif Covid-19, Gang Berisi 75 Warga di Denpasar Dikarantina

Regional
UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Mei 2020

Regional
Balikpapan Mulai Susun Konsep Penerapan New Normal

Balikpapan Mulai Susun Konsep Penerapan New Normal

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Mei 2020

Regional
Penumpang Bandara YIA Tujuan Jakarta Wajib Memenuhi Syarat Ini

Penumpang Bandara YIA Tujuan Jakarta Wajib Memenuhi Syarat Ini

Regional
Waspada! Banjir Rob Terjang Pesisir Selatan Bali

Waspada! Banjir Rob Terjang Pesisir Selatan Bali

Regional
Belum Terapkan New Normal, Tanggap Darurat di Salatiga Diperpanjang Satu Bulan

Belum Terapkan New Normal, Tanggap Darurat di Salatiga Diperpanjang Satu Bulan

Regional
Kapolsek Ditahan, Posisi Terancam Diganti, Diduga Mabuk, Mobilnya Tabrak Rumah hingga Tewaskan Warga

Kapolsek Ditahan, Posisi Terancam Diganti, Diduga Mabuk, Mobilnya Tabrak Rumah hingga Tewaskan Warga

Regional
Salurkan BLT Dana Desa, Bupati Luwu Utara: Poinnya Bukan Bantuan, Tapi..

Salurkan BLT Dana Desa, Bupati Luwu Utara: Poinnya Bukan Bantuan, Tapi..

Regional
Gelombang Tinggi Merusak Bangunan di Pantai Selatan Gunungkidul

Gelombang Tinggi Merusak Bangunan di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
#BantuMakan, Aksi Mahasiswa Undip Bantu Teman yang Tak Mudik Selama Pandemi Covid-19

#BantuMakan, Aksi Mahasiswa Undip Bantu Teman yang Tak Mudik Selama Pandemi Covid-19

Regional
Gadis 16 Tahun Disetubuhi Ayahnya Sejak SD hingga Hamil, Terungkap Setelah Lahirkan Bayi

Gadis 16 Tahun Disetubuhi Ayahnya Sejak SD hingga Hamil, Terungkap Setelah Lahirkan Bayi

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang 3 Hari, Jadi Masa Evaluasi Sebelum New Normal

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang 3 Hari, Jadi Masa Evaluasi Sebelum New Normal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X