Berusia 24 Tahun, Grandprix Thomryes Jadi Doktor Termuda di Indonesia - Kompas.com

Berusia 24 Tahun, Grandprix Thomryes Jadi Doktor Termuda di Indonesia

Kompas.com - 22/09/2017, 11:43 WIB
Grandprix Thomryes Marth Kadja saat memaparkan hasik disertasinya di hadaoan penguji dalam sidanf terbuka di Gedung Annex, CCR, Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Tamansari, Jumat (22/9/2017) siang. Grandprix dinyatakan lulus dengan nilai cumlaude dan menyandang gelar dokter termuda Indonesia di usia 24 tahun.  KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Grandprix Thomryes Marth Kadja saat memaparkan hasik disertasinya di hadaoan penguji dalam sidanf terbuka di Gedung Annex, CCR, Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Tamansari, Jumat (22/9/2017) siang. Grandprix dinyatakan lulus dengan nilai cumlaude dan menyandang gelar dokter termuda Indonesia di usia 24 tahun.

BANDUNG, KOMPAS.com - Grandprix Thomryes Marth Kadja menyandang predikat doktor termuda Indonesia setelah dinyatakan lulus dengan nilai cumlaude saat menjalani sidang terbuka di Gedung Annex, CCR, Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Tamansari, Jumat (22/9/2017) siang.

Gelar doktor itu diraih Grandprix Thomryes pada usia 24 tahun. Dia mampu menyelesaikan studi S-2 dan S-3 di ITB selama empat tahun dengan mengikuti program beasiswa Pendidikan Magister menuju doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang digulirkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada tahun 2013.

Selama menyelesaikan program PMDSU, Grandprix mendapat bimbingan dari Dr. Rino Mukti, Dr. Veinardi Suendo, Prof. Ismunandar, dan Dr. I Nyoman Marsih sebagai promotornya.

Dalam kurun waktu itu, Grandprix mampu mempublikasikan tujuh jurnal ilmiah skala internasional.

Sebelum dinyatakan lulus, pemuda yang akrab disapa Gepe itu sempat dicecar puluhan pertanyaan oleh para penguji. Namun, dia dapat menjawab seluruh pertanyaan penguji dengan lugas. Usai dinyatakan lulus, raut wajah sumringah terpancar dari wajah Gepe.

"Ya rasanya bangga dan terharu. Saya bisa menyelesaikan lebih cepat sekitar 2-3 tahun dari yang normal," kata Grandprix yang mengenakan jas hitam dipadukan kemeja warna abu saat sidang.

Grandprix Thomryes menjelaskan, disertasinya itu membahas tentang sintesis material bernama zeolit.

(Baca juga: Zeolit Antarkan Grandprix Thomryes Jadi Doktor Termuda di Indonesia)


EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X