Ribuan Warga Yogya dan Jateng Ikuti Tradisi Keliling Benteng Keraton Tanpa Bicara

Kompas.com - 22/09/2017, 08:36 WIB
Para Abdi Dalem pembawa bendera berada di posisi paling depan dalam arak-arakan tradisi Lampah Budaya Topo Bisu Mubeng Benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. KOMPAS.com / Wijaya KusumaPara Abdi Dalem pembawa bendera berada di posisi paling depan dalam arak-arakan tradisi Lampah Budaya Topo Bisu Mubeng Benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, Jumat (22/09/2017) dini hari, mengikuti tradisi Lampah Budaya Topo Bisu Mubeng Benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Tradisi ini digelar untuk memperingati Tahun Baru Jawa 1 Sura. Sejak Kamis (21/09/2017) sekitar pukul 19.30 WIB, ribuan warga bersama para Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mulai berkumpul di Bangsal Ponconiti.

Pada pukul 20.00 WIB, acara dimulai dengan doa dan tembang mocopat. Tepat pukul 00.00 WIB, abdi dalem keraton mulai berbaris di Bangsal Ponconiti untuk bersiap melaksanakan prosesi Lampah Budaya Topo Bisu Mubeng Benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi yang hadir di Bangsal Ponconiti lalu menyematkan bunga kantil kepada abdi dalem. Putri pertama Sri Sultan HB X lantas melepas rombongan yang akan melaksanakan Lampah Budaya Topo Bisu Mubeng Benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Berada di posisi terdepan para abdi dalem yang membawa bendera, salah satunya bendera merah putih, diikuti masyarakat umum baik dari DIY maupun luar kota.

Baca juga: Yogyakarta Akan Punya Pantai Kebhinekaan

Prosesi arak-arakan dimulai dari Bangsal Pancaniti, melewati Jalan Rotowijayan, Jalan Kauman, Jalan Agus Salim, Jalan Wahid Hasyim, Suryowijayan, Pojok Beteng Kulon, Jalan MT Haryono, Pojok Beteng Wetan, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Ibu Ruswo, dan kembali ke Bangsal Pancaniti.

"Acara tradisi ini digelar setiap tahun. Tradisi ini digelar untuk mengawali tahun baru Jawa," ujar ketua panitia Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Gondohadiningrat saat ditemui Kompas.com di Bangsal Ponconiti, Kamis (21/09/2017).

KRT Gondohadiningrat mengatakan, selama berjalan mengelilingi benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, masyarakat diminta untuk bisu (tidak berbicara). Makna dari tidak berbicara selama di jalan ini sebagai perenungan diri sekaligus memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Tidak boleh bicara, bercanda, ini untuk menciptakan suasana hening, sehingga setiap pribadi bisa instropeksi diri selama setahun lalu. Selain itu, dalam keheningan memanjatkan doa baik untuk pribadi, keluarga, masyarakat dan negara Indonesia ke depan yang lebih baik," urainya.

Dijelaskannya, awalnya dulu mubeng benteng keraton hanya dilakukan oleh para prajurit saat ronda. Tujuanya guna menjaga keamanan keraton dari ancaman musuh. Namun, dalam perkembanganya, mubeng benteng diikuti oleh abdi dalem dan masyarakat umum.

"Ini yang punya hajat bukan Sultan, tetapi masyarakat semua. Karena ini hajat masyarakat yang positif, Ngerso Dalem memfasilitasi acara ini digelar di tempat ini," tuturnya.

Baca juga: Petani Yogyakarta Ini Ikhlaskan Cabainya Dipetik Gratis

Sementara itu, Tumirah (50), warga Temanggung, Jawa Tengah, mengaku sudah sering mengikuti prosesi Lampah Budaya Topo Bisu Mubeng Benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Sudah sering ikut, dari rumah berangkat siang lalu istirahat dulu di Alun-alun Utara. Berdoa supaya tahan depan diberikan keselamatan," katanya.

Setelah berjalan dengan jarak sekitar 6 kilometer, sekitar pukul 01.45 WIB, arak-arakan mubeng benteng keraton tiba kembali di Bangsal Ponconiti.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Februari 2021

Regional
Kebakaran di Kampus UII, 7 Mobil Pemadam Diterjunkan

Kebakaran di Kampus UII, 7 Mobil Pemadam Diterjunkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X