Penderita Psikiotik Diajak Bersih-bersih Pantai Agar Mandiri

Kompas.com - 19/09/2017, 16:48 WIB
Penghuni Panti Rehabilitasi Sosial Bina Laras UPTD Dinas Sosial Rehabilitasi Licin terlihat semangat memunguti sampah plastik yang ada di sepanjang Pantai Cacalan, Banyuwangi, Selasa (19/9/2017). KOMPAS.COM/Ira RachmawatiPenghuni Panti Rehabilitasi Sosial Bina Laras UPTD Dinas Sosial Rehabilitasi Licin terlihat semangat memunguti sampah plastik yang ada di sepanjang Pantai Cacalan, Banyuwangi, Selasa (19/9/2017).
|
EditorReni Susanti

BANYUWANGI,KOMPAS.com - Sebanyak 46 penderita psikiotik diajak membersihkan Pantai Cacalan, salah satu tempat wisata di Banyuwangi Selasa (19/9/2017).

Dengan menggunakan seragam berwarna oranye, penghuni Panti Rehabilitasi Sosial Bina Laras UPTD Dinas Sosial Rehabilitasi Licin terlihat semangat memunguti sampah plastik yang ada di sepanjang pantai.

Sebelumnya, mereka juga diajak untuk mandi serta bermain air dan pasir disepanjang pantai Cacalan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melatih mereka beradaptasi dengan masyarakat serta lebih mandiri jika kembali kepada keluarga.

"Selama ini mereka sehari-hari tinggal di panti jadi ya cuma di sana saja. Tidak boleh kemana-mana," ujar Sukesih, pembina Panti Rehabilitasi sosial kepada Kompas.com Selasa (19/9/2017).


(Baca juga: Pria Misterius Penyusup Mapolda Jateng Dikirim ke Rumah Sakit Jiwa)

"Kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar mereka refreshing dan juga mengenal lingkungan di luar panti. Bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat ini kan bisa membuat mereka semakin percaya diri dan mandiri," tambahnya.

Ia mengatakan, tidak semua penghuni rehabilitasi diajak ke pantai. Sebab ada penghuni yang diisolasi serta cacat sehingga tidak bisa diajak beraktivitas di luar panti.

"Total ada 50 puluhan orang yang saat ini menjadi klien direhabilitasi. Ada yang punya keluarga ada juga yang tidak punya. Mereka sebagian besar kita dapatkan dari razia orang gila di jalanan Jawa Timur. Ada juga yang dikirim keluarganya sendiri," ucapnya.

Tidak semua penghuni orang dewasa, Sukesih mencontohkan, ada remaja laki-laki berusia 18 tahun yang mengalami ganguan jiwa. Ia berasal dari keluarga broken home.

(Baca juga: Jadi Tersangka, Mantan Wabup Ponorogo Sodorkan Surat dari Dua Rumah Sakit Jiwa )

 

Ada juga seorang perempuan korban kekerasan rumah tangga yang telah memiliki anak satu. Perempuan ini dititipkan ke panti oleh kelurganya karena perilakunya membahayakan orang sekitar.

"Dengan tinggal direhabilitasi kita harapkan ada perubahan perilaku dari mereka, sehingga mereka siap kembali ke masyarakat. Mereka juga mendapatkan pengobatan secara medis," tuturnya.

Seharusnya, sambung dia, ada batas waktu maksimal perawatan yaitu dua tahun. Namun ada juga yang tinggal selamanya di panti karena tidak memiliki keluarga atau keluarganya mengabaikan.

"Padahal proses penyembuhan akan lebih cepat jika keluarga mendukung. Tapi ya bagaimana lagi. Bahkan ada yang meninggal dan kami makamkan di daerah panti," jelasnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Regional
Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Regional
Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Regional
Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Regional
Ini Daftar Nama Siswa SMPN 1 Turi yang Tewas Saat Susur Sungai di Sleman

Ini Daftar Nama Siswa SMPN 1 Turi yang Tewas Saat Susur Sungai di Sleman

Regional
BKD: Hasil SKD CPNS Pemprov Maluku Diumumkan Bulan Depan

BKD: Hasil SKD CPNS Pemprov Maluku Diumumkan Bulan Depan

Regional
Tulang Manusia Tanpa Kepala dalam Kantong Plastik di Buton Selatan Diduga Warga Vietnam

Tulang Manusia Tanpa Kepala dalam Kantong Plastik di Buton Selatan Diduga Warga Vietnam

Regional
Polda Lampung Selidiki Jual Beli Data Kependudukan Palsu Jelang Pilkada 2020

Polda Lampung Selidiki Jual Beli Data Kependudukan Palsu Jelang Pilkada 2020

Regional
Langgar Perda, Pedagang Tuak di Palembang Divonis Penjara 2 Minggu

Langgar Perda, Pedagang Tuak di Palembang Divonis Penjara 2 Minggu

Regional
Jembatan Darurat Putus, Jalan Utama di Lombok Utara Tak Bisa Dilewati

Jembatan Darurat Putus, Jalan Utama di Lombok Utara Tak Bisa Dilewati

Regional
Kesal Dimarahi, Istri Tusuk Perut Suami hingga Tewas

Kesal Dimarahi, Istri Tusuk Perut Suami hingga Tewas

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Hanyut Saat Susur Sungai, Bupati Sleman: Kecerobohan Sekolah

Siswa SMPN 1 Turi Hanyut Saat Susur Sungai, Bupati Sleman: Kecerobohan Sekolah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X