Gara-gara Sertifikat, Saksi Ahli dari Pihak Buni Yani Ditolak Jaksa

Kompas.com - 19/09/2017, 12:38 WIB
Tim JPU saat membacakan BAP Ahok dengan terdakwa Buni Yani dalam sidang, Selasa (15/8/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANITim JPU saat membacakan BAP Ahok dengan terdakwa Buni Yani dalam sidang, Selasa (15/8/2017).
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Sidang kasus dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani kembali digelar, Selasa (19/9/2017), di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung. 

Sidang dilanjutkan dengan menghadirkan dua saksi ahli dalam bidang IT dan agama. Saat saksi ahli IT bernama Hamdani memberikan kesaksian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung menolak keberadaan saksi dengan berbagai alasan.

"Kami menolak jika disebut sebagai saksi ahli karena belum pernah sekali pun memberikan kesaksian di persidangan," kata Ketua JPU Andi M Taufik, Selasa pagi.

Saksi yang diketahui lulusan Universitas Gunadarma ini mempresentasikan pengalaman dan riwayat hidupnya sebagai pakar dalam bidang IT.

Salah satu yang disinggung adalah sertifikat level internasional yang dikeluarkan sebuah lembaga IT bernama EC-Council. Sertifikat yang ditandatangani oleh Presiden EC-Council Sanjay Bavisi pada tanggal 21 Oktober 2014 itu bertuliskan Certified Ethical Hacker. 

"Ada sertifikat aslinya enggak? Jaksa mau lihat aslinya," ujar Saptono. 

Menjawab pertanyaan hakim, Hamdani hanya bisa menunjukkan sertifikat digital.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sertifikatnya belum dicetak, bentuknya masih digital," ujar Hamdan.

(Baca juga: Amarah Buni Yani Meledak di Persidangan)

Pernyataan dari Hamdan membuat Jaksa kembali angkat bicara. Andi menyangsikan keaslian sertifikat internasional tersebut serta kompetensi Hamdani dihadirkan sebagai saksi ahli IT. 

"Sertifikatnya tidak bisa dibuktikan sebagai ahli. Ini jadi bahan pertimbangan kami. Buktikan sebagai legalitas formalnya mana," ujar Andi. 

Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, menanggapi keberatan dari JPU. Menurut dia, kehadiran Hamdani adalah untuk membantu tim kuasa hukum Buni Yani dalam memecahkan masalah teknis IT. Terkait sertifikat, Aldwin menilai bentuk digital bukan berarti palsu.

"Yang kami cari kebenaran materil. Ahli ini bisa membantu kita untuk membuka kode dan lain-lain. Kalaupun tidak disebut ahli ya praktisi saja. Kalau secara surat (sertifikat) tidak ada masalah sebenarnya. Sekarang ini eranya digital, semua disampaikan secara digital," ucapnya.

(Baca juga: Yusril: Tidak Ada Unsur Pidana dalam Kasus Buni Yani)

Setelah sidang diskorsing selama lima menit untuk berunding, majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan kesaksian dari Hamdani. Namun, status Hamdani berubah dari saksi ahli menjadi saksi biasa. 

"Setelah kami berembuk, keberatan Penuntut Umum kami catat. Kesaksian saudara Hamdani akan kami dengar sebagai saksi menguntungkan (biasa). Kita disini untuk mencari kebenaran materil, kalau sesuai kaidah kita ambil juga," tuturnya.

 

 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.