Gubernur Kalteng Minta Pembakar 7 SD Tetap Dihukum meski Pelaku Anggota Tim Suksesnya

Kompas.com - 19/09/2017, 05:58 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran (berpeci), saat berbicara dalam silaturahmi dengan bupati dan masyarakat wilayah barat Kalimantan Tengah, di Pangkalan Bun, Senin (18/9/2017) malam Kompas.com/Budi BaskoroGubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran (berpeci), saat berbicara dalam silaturahmi dengan bupati dan masyarakat wilayah barat Kalimantan Tengah, di Pangkalan Bun, Senin (18/9/2017) malam
|
EditorFarid Assifa

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meminta agar tak ada dugaan liar seperti yang tersebar di media sosial terkait penanganan Yansen Binti sebagai tersangka pembakaran tujuh sekolah dasar (SD) di Palangka Raya.

Hal tersebut disampaikan Sugianto dalam pidatonya pada acara silaturahmi Gubernur Kalimantan Tengah dengan para kepala daerah dan perwakilan masyarakat dari lima kabupaten wilayah barat Kalimantan Tengah, di Hotel Swiss-Belinn Pangkalan Bun, Senin (18/9/2017) malam.

Ia menegaskan, sekalipun Yansen selama ini dikenal sebagai politikus yang dekat dengannya, bila terbukti bersalah, harus dihukum.

"Jangan ada praduga, prasangka pihak Polri mengkriminalisasi. Jangan katakan itu. Pihak Polri saya minta berdiri tegak. Saya dengar itu perintah presiden (juga)," kata Sugianto.

Menurutnya, sekalipun Yasen Binti adalah anggota DPRD Kalimantan Tengah dari Partai Gerindra, partai terbesar yang mengusungnya dalam pilkada, tak akan mempengaruhi sikapnya dalam proses hukum Yansen.

Baca juga: Polisi Tetapkan Anggota DPRD Sebagai Tersangka Pembakaran 7 Sekolah

"Siapapun yang terlibat dalam pembakaran SD, jangan melihat dia tim saya, saudara saya. Saudara kandung pun kalau memang terlibat pembakaran SD, saya minta diproses secara hukum," tegas mantan anggota DPR RI ini.

Ia menambahkan, posisi Yansen sebagai sekretaris umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, yang diketuai juga oleh Agustiar Sabran, kakak Sugianto, juga tak membuat Yansen kebal dari hukum.

"Ya, wajar kalau DAD memberikan bantuan (hukum) karena memang beliau sekretaris umum DAD. Tapi kalau salah, tetap dihukum. Ini teror pendidikan. Alhamdulillah sudah tertangani, ada tersangka. Mudah-mudahan segera ada sidang," tandas Sugianto.

Ditemui di tempat yang sama, Kapolda Kalimantan Tengah Brigjen Anang Revandoko mengatakan, penanganan kasus pembakaran SD di Palangka Raya sudah selesai.

"Sudah selesai, tinggal penyampaian berkas pada penuntut, untuk ke persidangan. Semua saksi, barang bukti sudah semua," kata dia.

Baca juga: Terlibat Pembakaran 7 Sekolah, Anggota DPRD Cari Perhatian Gubernur

Soal dampak keamanan dan ketertiban masyarakat terkait penanganan kasus yang melibatkan tokoh populer di Kalteng ini, Anang memastikan tak ada persoalan.

"Lihat sendiri gimana, kondusif kan?" kata Anang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X