Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/09/2017, 20:31 WIB
|
EditorErlangga Djumena

DENPASAR, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menaikan status status Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali dari level normal ke Level II (Waspada) mulai Kamis (14/9/2017). Status ini diberlakukan berdasarkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik gunung Agung.

Meningkatnya status Gunung Agung ini rupanya menimbulkan kepanikan warga. Bahkan ada yang mulai menjual ternak dan menarik uang tabungan dari lembaga perkreditan desa (LPD). Adanya gelombang kepanikan ini terungkap dalam rapat kordinasi lintas instansi di Kantor bupati Karangasem pada Minggu (17/9/2017).

"Dalam rapat kordinasi kami mendapat informasi sudah ada warga yang menjual ternak dan menarik uang dari LPD," kata kepala BNPB Bali Dewa Made Indra di Denpasar, Senin (28/9/2027).

Hal itu karena Warga khawatir sewaktu-waktu Gunung Agung erupsi.

Baca juga: Status Gunung Agung Waspada, Gubernur Bali Imbau Warga Tidak Panik

Indra menegaskan, seharusnya warga tidak perlu panik sehingga buru-buru menjual ternak dan mengambil uang tabungan. Mengingat saat ini Gunung Agung masih berstatus waspada. Di samping itu, belum tentu LPD tempat warga menarik uang berada dalam zona kawasan rawan bencana.

"Menarik uang atau jual ternak belum perlu dilakukan saat ini, karena kalau dijual dalam keadaan panik pasti harganya sangat murah," kata Indra.

Kepanikan muncul karena belum maksimalnya sosialisasi mengenai peringatan dini status Gunung Agung. Karena itu pemerintah perlu lebih gencar lagi melakukan sosialisasi.

Indra menyebutkan, dalam situasi bencana maka yang akan diprioritaskan pertama dan utama sdalah keselamatan jiwa. Menyusul properti dan harta benda lain.

Untuk mengurangi resiko, warga diimbau mengikuti arahan pemerintah. Apa yang harus dilakukan sampai mengikuti perintah mengungsi jika memang diperlukan.

Dengan status waspada yang telah berlaku saat ini, BPBD telah menghimau baik kepada warga maupun wisatawan untuk tidak bersktifitas psda radius 3 km dari kawah gunung Agung.

"Akan ada arahan pada tiap level, saat ini radiusnya 3 kilometer dari kawah tidak boleh beraktivitas, kalau nanti ada peningkatan status maka radiusnya akan disesuaikan," kata Indra. 

Kompas TV 14 September 2017, pukul 14.00 WIB, tingkat aktivitas gunung agung di Pulau Bali dinaikkan ke level dua, waspada
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.