Buya Syafii Maarif: WNI yang Kembali dari Suriah Harus Dibina

Kompas.com - 18/09/2017, 19:03 WIB
Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad ‘Buya’ Syafii Maarif, berpose bersama sejumlah orang yang menemuinya pada hari ulang tahunnya ke-82 setelah shalat di Masjid Nogotirto, Perumahan Nogotirto Elok II, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (31/5/2017). KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SMantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad ‘Buya’ Syafii Maarif, berpose bersama sejumlah orang yang menemuinya pada hari ulang tahunnya ke-82 setelah shalat di Masjid Nogotirto, Perumahan Nogotirto Elok II, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (31/5/2017).
|
EditorReni Susanti

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif memandang WNI yang kembali ke tanah air setelah bergabung dengan ISIS perlu disadarkan dan dibina. Namun jika memang tidak bisa disadarkan, maka hukum harus ditegakkan.

"Sebagian kan mereka sadar, ya dibina. Yang belum sadar ya harus dilaksanakan ketentuan hukum," ujar Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, Senin (18/9/2017).

Buya Syafii menjelaskan, penyelesaian ISIS memang tidak sederhana. Sebab persoalan ini bukan hanya masalah nasional namun global.

"Ini masalahnya sudah global, bukan hanya nasional, tidak sesederhana itu. Tetapi mereka yang tersesat jalan, harus dibina," ucapnya.

(Baca juga: Eksklusif, Jejak Hatf, Si Bocah ISIS di Gunung Salak)

 

Menurut Buya, kelompok radikal belum tentu masuk kategori teror. Namun, seorang teroris hampir dipastikan radikal, seperti halnya ISIS. 

Motif mereka berangkat ke Suriah dan Irak untuk bergabung ISIS bermacam-macam. Mulai dari ingin berjihad hingga memperbaiki hidup. Namun setelah sampai di sana, yang mereka harapkan hanyalah janji-janji palsu.

"Setelah sampai di sana mereka kecewa," tegasnya.

Fenomena ISIS, sambung Buya Syafii, semacam peradaban Arab yang sedang jatuh dan kalah. Meskipun memang tidak semua masyarakat Arab setuju dan ikut bergabung dengan ISIS.

"ISIS ini menurut saya manifestasi dari peradaban Arab yang sudah kalah, lalu ngawur. Mengapa orang-orang muda tertarik dengan itu, karena mereka ga mengerti Islam, seakan-akan Arabisme sama dengan Islam," tuturnya.

(Baca juga: Mengapa Perempuan Jepang Tertarik pada ISIS, Tinggalkan Negeri Damai?)

Seperti diketahui sebanyak 18 orang Warga Negara Indonesia (WNI) memutuskan kembali ke tanah air setelah sebelumnya berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Umar Patek Minta Kelompok Teroris Hentikan Aksinya | YouTuber Aniaya Kakek

[POPULER NUSANTARA] Umar Patek Minta Kelompok Teroris Hentikan Aksinya | YouTuber Aniaya Kakek

Regional
Kisah di Balik Ulang Tahun Risma, Wartawan 'Kesurupan' hingga Foto di Bawah Pohon Tabebuya

Kisah di Balik Ulang Tahun Risma, Wartawan "Kesurupan" hingga Foto di Bawah Pohon Tabebuya

Regional
5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

Regional
Cerita di Balik Siswa SD Tewas Disengat Tawon, Ingin Bongkar Sarang yang Resahkan Warga

Cerita di Balik Siswa SD Tewas Disengat Tawon, Ingin Bongkar Sarang yang Resahkan Warga

Regional
Cerita di Balik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Berawal dari Hujan Deras

Cerita di Balik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Berawal dari Hujan Deras

Regional
Usaha Pemerintah Naikkan Kesejahteraan Petani

Usaha Pemerintah Naikkan Kesejahteraan Petani

Regional
Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Dibunuh usai Pesta Miras

Seorang Pemuda Tewas Diduga Dibunuh usai Pesta Miras

Regional
Di Hari Ulang Tahunnya Ke-58, Risma Dikerjai Wartawan

Di Hari Ulang Tahunnya Ke-58, Risma Dikerjai Wartawan

Regional
Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Regional
Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Regional
Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Regional
Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Regional
Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Regional
Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X