"Crane" Patah, Satu Pekerja Tewas di Palu - Kompas.com

"Crane" Patah, Satu Pekerja Tewas di Palu

Kompas.com - 17/09/2017, 20:13 WIB

PALU, KOMPAS. com - Seorang pekerja bangunan di Palu, Sulawesi Tengah, tewas tertimpa menara crane yang patah, Minggu (17/9/2017) sekitar pukul 14.30 WITA.

Tim SAR Palu yang terdiri dari enam orang personel langsung menuju tempat kejadian peristiwa. Menurut Fatmawati, seorang petugas SAR Palu, pihaknya menerima laporan dari Yudi, seorang pegawai di RSUD Undata bahwa ada seorang pekerja bangunan yang jatuh dari crane yang patah dan terjepit di reruntuhan bangunan lantai dua RSUD Undata.

"Proses evakuasi langsung dilakukan saat tim SAR tiba di lokasi kejadian. Namun saat tim SAR tiba, korban Rustam tak bisa lagi diselamatkan nyawanya. Korban telah meninggal dunia saat tim SAR tiba," kata Fatmawati.

Peristiwa itu berawal saat pekerja bangunan menambah bagian menara crane. Pada saat bagian menara crane yang akan ditambahkan diangkat, tiba-tiba terdengar suara besi patah. Lengan menara crane terangkat ke arah pemberat. Bagian lengan terjatuh ke arah belakang.

Saat kejadian itu, pekerja segera menyelamatkan diri masing-masing.

"Korban adalah operator tower crane yang paling terakhir menyelamatkan dirinya. korban yang hendak turun tertimpa bagian yang patah tersebut, kemudian jatuh," kata Fatma.

 


EditorEgidius Patnistik

Komentar

Terkini Lainnya

Pelapor Anggota DPR: Istri yang Lindungi Saat Ditendang, Dia dalam Pelukan Saya

Pelapor Anggota DPR: Istri yang Lindungi Saat Ditendang, Dia dalam Pelukan Saya

Megapolitan
Polisi Tambah Jumlah Personel Pengamanan Sidang Aman Abdurrahman

Polisi Tambah Jumlah Personel Pengamanan Sidang Aman Abdurrahman

Megapolitan
Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Megapolitan
Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Megapolitan
Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Megapolitan
Ramai-ramai Menolak 'Presidential Threshold'...

Ramai-ramai Menolak "Presidential Threshold"...

Nasional
Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Internasional
Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Megapolitan
Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di 'Rest Area'

Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di "Rest Area"

Regional
Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Megapolitan
Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Regional
Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Nasional
Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Edukasi
Lintasan Sepeda Velodrome di Rawamangun Pakai Kayu Siberia Sepanjang 250 Meter

Lintasan Sepeda Velodrome di Rawamangun Pakai Kayu Siberia Sepanjang 250 Meter

Megapolitan
Polisi Terapkan Penjagaan Ketat pada Persidangan Aman Abdurrahman

Polisi Terapkan Penjagaan Ketat pada Persidangan Aman Abdurrahman

Megapolitan

Close Ads X