Pernah Menangkan Jokowi-Ahok, Gerindra Yakin Menang di Pilkada Jabar

Kompas.com - 16/09/2017, 13:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Walikota Bandung Ridwan Kamil menjadi pembicara di acara Kompasianival 2014 di Gedung Sasono, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (22/11/2014). Acara yang berlangsung hingga pukul 22.00 ini menghadirkan puluhan komunitas, grup band hingga sejumlah pembicara. KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZESGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Walikota Bandung Ridwan Kamil menjadi pembicara di acara Kompasianival 2014 di Gedung Sasono, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (22/11/2014). Acara yang berlangsung hingga pukul 22.00 ini menghadirkan puluhan komunitas, grup band hingga sejumlah pembicara.
|
EditorIndra Akuntono


BANDUNG, KOMPAS.com -  Partai Gerindra optimistis memenangkan Pilkada Jawa Barat 2018 meski nantinya harus mengusung figur alternatif di luar figur yang elektabilitasnya sudah tinggi.

Partai Gerinda merasa berpengalaman memenangkan pilkada walau mengusung figur baru seperti kesuksesan pada Pilkada Kota Bandung saat mengusung Ridwan Kamil dan Pilkada DKI Jakarta 2012 saat mengusung Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, pihaknya bersama Partai Demokrat, PPP, dan PAN tidak khawatir jika figur alternatif yang diusung pada Pilkada Jawa Barat 2018 bersaing dengan dengan nama-nama kuat seperti Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, dan Dedi Mulyadi. 

"Kami sudah belajar dari pilkada sebelumnya. Mohon maaf, tapi Pak Ridwan Kamil itu dulunya siapa? Pak Ahok atau Pak Jokowi dulunya juga siapa? Terakhir Anies-Sandi yang berangkat dari nilai survei kecil," kata Mulyadi, di Bandung, Sabtu (16/9/2017).

(baca: Gerindra, Demokrat, PPP dan PAN Cari Figur Alternatif Pilkada Jabar)

Mulyadi optimistis calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung Gerindra pada Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang adalah calon terbaik pilihan Ketua Umum PartaI Gerindra Prabowo Subianto.

"Saya yakin melalui intuisi dan analisa Pak Prabowo (calon gubernur) bisa diterima masyarakat dan Insya Allah menjadi bagian terbaik masyarakat," jelasnya. 

Belajar dari pengalaman memenangkan pasangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta 2018, elektabilitas tinggi bukan menjadi patokan seseorang bisa menang mudah dalam Pilkada.

"Sudah berkali-kali kami bisa buktikan (elektabilitas) itu bukan masalah. Elektabilitas karena itu sesuatu yang bisa diupayakan," ucap Mulyadi. 

Dia menyampaikan bahwa Partai Gerindra ingin menang pada Pilkada Jawa Barat 2018 untuk memuluskan langkah Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden 2019.

"Yang penting Jabar bisa dimenangkan Gerindra karena agenda ini sangat strategis. Tapi yang (calon gubernur) dimenangkan yang betul-betul bisa menjadi solusi masyarakat," kata Mulyadi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X