BPBD Susun Skenario Evakuasi 494 KK di Radius Terdampak Kawah Sileri

Kompas.com - 16/09/2017, 12:36 WIB
Seorang warga menunjukkan lokasi Kawah Sileri di kompleks Dieng Plateau, Banjarnegara, Jawa Tengah pasca-semburan lumpur dan efupsi freatik, Senin (3/7/2017) lalu. KOMPAS.com/Iqbal FahmiSeorang warga menunjukkan lokasi Kawah Sileri di kompleks Dieng Plateau, Banjarnegara, Jawa Tengah pasca-semburan lumpur dan efupsi freatik, Senin (3/7/2017) lalu.
|
EditorIndra Akuntono


BANJARNEGARA, KOMPAS.com- Sebanyak 494 kepala keluarga (KK) tinggal dalam radius satu kilometer dari bibir Kawah Sileri, Kompleks Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Berdasarkan hasil assesment awal Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, jumlah tersebut tersebar di tiga dusun (Krajan, Sikalam, dan Bitingan), Desa Kepakisan.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Arif Rachman mengatakan, pihaknya masih melakukan kepada warga bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat agar tidak terjadi kepanikan akibat kenaikan status Kawah Sileri.

“Kami berikan pengertian agar tetap tenang, soalnya masyarakat sebenarnya masih trauma dengan insiden letusan-letusan hebat yang pernah terjadi di Dieng seperti Sinila, Timbang,” kata Arif, ketika dihubungi Jumat (15/9/2017) petang.

Hingga Sabtu (16/9/2017), sudah ada 22 personel yang siaga di Pos Pantau Gunung Api Dieng. Personel utama dan potensi terdiri dari Tim Reaksi Cepat BPBD, Petugas PVMBG, Koramil Batur, dan Sarkab Wonosobo.

(baca: Status Kawah Sileri Waspada, Obyek Wisata Dieng Tetap Buka)

Arif mengungkapkan, pihaknya telah menyusun skenario evakuasi darurat jika terjadi letusan. Untuk Dusun Krajan dan Sikalam, petugas akan mengarahkan warga naik ke Gunung Nagasari dan ke wilayah Desa Dieng Kulon serta Dieng Wetan.

“Menurut arahan Pak Surip (Kepala Pos Pantau), tidak direkomendasikan ke arah barat Desa Pekasiran karena melewati lembah yang ada Gua Jimat yang dikenal potensi gas beracun,” katanya.

Sementara untuk Dusun Bitingan, arah evakuasi ke Sigemplong – Bintoro – Deles – Kecamatan Bawang dengan jarak kurang lebih 11 kilometer. Kondisi jalan buruk (maqadam) dan saat ini tengah diperlebar melalui proyek provinsi.

Namun akses tersebut masih dapat dilewati kendaraan roda dua, sedangkan mobil yang disarankan yakni jenis jip dan 4x4.

“Khusus untuk ibu hamil, di radius terdampak ada 13, bayi yang baru lahir ada 5, lansia 45, balita 29. Ini yang menjadi prioritas untuk secepatnya dievakuasi. Kami tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk diupayakan tinggal di rumah dinas Puskesmas sampai lahir,” ujar Arif.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Kawah Sileri, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dari normal (level I) menjadi waspada (level II).

Kenaikan status ini dilakukan atas dasar hasil analisa data visual dan instrumental yang terekam hingga Kamis (14/9/2017) pukul 23.00 WIB.

“Bagi masyarakat yang berada dalam radius 1 kilometer dari bibir Kawah Sileri, yakni warga yang bermukim di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara agar diungsikan sementara ke tempat yang aman,” ujar Kepala Pos Pantau Gunung Api Dieng, Surip.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X