Dua Nelayan yang Disandera Abu Sayyaf Pulang ke Majene

Kompas.com - 16/09/2017, 10:43 WIB
Syawal, satu dari dua warga Majene, Sulawesi Barat, yang disandera kelompok Abu Sayyaf jatuh pingsan sebelum memasuki rumahya. Syawal yang mengetahui istrinya telah meninggal duia saat dirinya ditahan tak kuasa menahan sedih hingga pingsan. KOMPAS.comSyawal, satu dari dua warga Majene, Sulawesi Barat, yang disandera kelompok Abu Sayyaf jatuh pingsan sebelum memasuki rumahya. Syawal yang mengetahui istrinya telah meninggal duia saat dirinya ditahan tak kuasa menahan sedih hingga pingsan.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

MAJENE, KOMPAS.com - Dua warga Majene, Sulawesi Barat, bernama Safaruddin dan Syawal dibebaskan oleh kelompok militan Abu Sayyaf. Keduanya sempat disandera selama lebih dari 10 bulan di Filipina.

Kedatangan kedua sandera itu disambut suka cita ribuan warga Desa Tallu Banua, Kecamatan Sendana, Majene, Jumat (15/9/2017) sore kemarin.

Pejabat unsur musyawarah pimpinan daerah Majene, termasuk Bupati Majene Fahmi Massiara, juga turut meyambut kepulangan dua nelayan tersebut.

Di rumah Safauddin, sang kapten kapal, istri dan anak-anaknya sudah sibuk menyambut kedatangannya sejak Jumat pagi. Warga dan sanak keluarga juga memadati kediamannya setelah mengetahui bahwa hari ini Safauddi bakal kembali ke kampung halamannya.


Sementara itu, Syawal tak kuasa menahan kesedihan ketika tiba di rumahnya. Ia sempat pingsan begitu mengetahui istrinya telah meninggal dunia ketika ia disandera.

Penyerahan Safaruddin dan Syawal dilakukan dalam secara resmi oleh pemerintah setempat bersama Kementerian Luar Negeri RI di rumah Safaruddin.

Safaruddin memberikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada keluarga, masyarakat Desa Tallu Banua, dan pejabat pemerintah setempat serta mengapresiasi semua pihak hingga dirinya bisa kembali berkumpul ke tengah keluarganya.

"Alhamdulillah saya bisa kembali kumpul di tengah keluarga. Selama saya disandera saya mendapat perlakukan yang baik, tidak ada kekerasan," kata Safauddin.

Bupati Majene Fahmi Massiara mengucapkan terima kasih kepada Ppresiden Joko Widodo atas kembalinya dua nelayan desa tersebut dalam keadaan selamat.

"Alahmadulillah, kedua warga kita sudah kembali. Dan, saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Presiden Joko Widodo dan semua pihak yang berkontribusi dalam proses pembebasan dan pemulangan warga kami," kata Fahmi.

Setelah dibebaskan, kedua sandera tersebut menyatakan akan tetap kembali menekuni profesinya sebagai nelayan antarpulau. Bagi Safarudidn, mencari ikan sudah menjadi profesinya sejak kecil.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X