Gerindra Mulai Merapat ke Demokrat, PPP dan PAN di Pilkada Jabar 2018

Kompas.com - 15/09/2017, 22:35 WIB
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi saat berkunjung ke Purwakarta bertemu Dedi Mulyadi bahas pencalonan Pilgub Jabar 2018, Selasa (13/6/2017). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKetua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi saat berkunjung ke Purwakarta bertemu Dedi Mulyadi bahas pencalonan Pilgub Jabar 2018, Selasa (13/6/2017).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Setelah mencabut dukungan dari pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat membuat manuver politik baru. 

Tanpa mengajak Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra diam-diam telah menjalin koalisi dengan tiga partai politik, yakni Partai Demokrat, PPP dan PAN. Kesepakatan koalisi terjalin setelah Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Mulyadi bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Sulandjana, Ketua DPW PPP Jawa Barat Ade Munawaroh dan Ketua DPW PPP PAN Hasbullah Rahmad di Bogor, Kamis (14/9/2017) malam.

"Jadi setelah saya mengumumkan untuk mencabut pernyataan saya tentang mendukung Pak Deddy Mizwar dan Pak Syaikhu, maka saya mengambil langkah cepat agar di Pilgub Jabar Gerindra bisa berhasil. Saya merapat dengan Demokrat, PAN dan PPP," kata Mulyadi di Bandung, Jumat (15/9/2017).

Mulyadi menjelaskan, dalam pertemuan empat partai tanpa PKS tersebut, koalisi ini sengaja tidak dulu membahas nama calon gubernur atau wakil gubernur Jawa Barat. 

"Pertemuan dilakukan untuk memastikan kita bisa bekerja sama. Hal yang kita tindaklanjuti dari pertemuan itu kita sepakat tidak bicara kandidat," bebernya. 

Baca juga: Ketua Gerindra Jabar: Awal Pernyataan Dukungan untuk Deddy Mizwar Bukan dari Prabowo

Meski tidak mengajak PKS, Mulyadi berharap partai yang memiliki 12 kursi di DPRD Jawa Barat itu bisa ikut bergabung dalam koalisi tersebut.

"Kita berharap PKS bergabung dengan kita," ujarnya. 

Meski demikian, jika nantinya mau bergabung dalam koalisi tersebut, Mulyadi meminta agar PKS tidak lagi menyebut nama tokoh atau bakal calon gubernur atau wakil gubernur Jawa Barat, dan menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan bersama dalam koalisi.

"Konteks kerja sama ini ini saya mengajak kepada PKS ayo kita bicara yang lebih besar, bukan sekadar kekuasaan dan kepentingan partai, tapi juga memperhatikan masyarakat. Jangan sampai seolah-olah jagoan yang kita usung adalah jagoan terbaik ternyata masyarakat tidak cocok. Saya harap PKS bisa memahami Gerindra karena Gerindra ingin menjadi solusi di masyarakat Jawa Barat bukan menjadi bagian yang justru terjebak ritual lima tahunan," ungkapnya.

Baca juga: Pilkada Jabar, Partai Gerindra Batal Dukung Deddy Mizwar-Ahmad Saikhu



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klaster Baru Penularan Corona di Kota Kupang Muncul dari Karyawan Bank

Klaster Baru Penularan Corona di Kota Kupang Muncul dari Karyawan Bank

Regional
Dipecat PDI-P, Anak Bupati Semarang: Saya Manut Bapak

Dipecat PDI-P, Anak Bupati Semarang: Saya Manut Bapak

Regional
10 Orang di Sekretariat DPRD Maluku Positif Corona

10 Orang di Sekretariat DPRD Maluku Positif Corona

Regional
Pegawai Bappeda Meninggal karena Covid-19, Gedung Pemkab Bojonegoro Disterilkan

Pegawai Bappeda Meninggal karena Covid-19, Gedung Pemkab Bojonegoro Disterilkan

Regional
Bawaslu Jateng Bentuk 44.077 Pengawas TPS Pilkada 2020

Bawaslu Jateng Bentuk 44.077 Pengawas TPS Pilkada 2020

Regional
Kesadaran Masyarakat Rendah, Bupati Tuban Perpanjang Pemberlakuan Jam Malam

Kesadaran Masyarakat Rendah, Bupati Tuban Perpanjang Pemberlakuan Jam Malam

Regional
Positif Covid-19, Tenaga Medis RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Meninggal

Positif Covid-19, Tenaga Medis RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Meninggal

Regional
Ganjar Usul Peserta Pilkada 2020 Berkampanye Lewat Media Massa

Ganjar Usul Peserta Pilkada 2020 Berkampanye Lewat Media Massa

Regional
Hujan dari Sore hingga Malam, 5 Kecamatan di Padang Dilanda Banjir

Hujan dari Sore hingga Malam, 5 Kecamatan di Padang Dilanda Banjir

Regional
Kereta Api Serayu Pagi Anjlok di Ciamis, Penumpang Dievakuasi

Kereta Api Serayu Pagi Anjlok di Ciamis, Penumpang Dievakuasi

Regional
'Saya Tak Kuat Lagi Jadi Bawahan Kapolres Blitar, Saya Mengajukan Pensiun Dini...'

"Saya Tak Kuat Lagi Jadi Bawahan Kapolres Blitar, Saya Mengajukan Pensiun Dini..."

Regional
Jokowi: Labuan Bajo Harus Betul-betul Menjadi Kawasan Premium

Jokowi: Labuan Bajo Harus Betul-betul Menjadi Kawasan Premium

Regional
Geledah Rumah di Kudus, Densus 88 Amankan Buku hingga Laptop

Geledah Rumah di Kudus, Densus 88 Amankan Buku hingga Laptop

Regional
Lihat Istri Tewas Terlilit Tali Sapi yang Digembalakannya, Suami Pingsan

Lihat Istri Tewas Terlilit Tali Sapi yang Digembalakannya, Suami Pingsan

Regional
Seorang Pegawai BPN NTT Meninggal karena Corona, 10 Orang Keluarga dan Teman Positif Covid-19

Seorang Pegawai BPN NTT Meninggal karena Corona, 10 Orang Keluarga dan Teman Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X