Riska, Gadis yang Dibuang Keluarganya Sejak Remaja karena Lumpuh

Kompas.com - 15/09/2017, 21:50 WIB
Kompas TV Deteksi Kanker Payudara dengan Teknik ‘Sadari’
|
EditorFarid Assifa

Kakaknya, Ana Munarisa, juga dinilai mengabaikan Riska. "Dia cuma mampir minta tanda tangan karena mau menikah, lantas pergi. Adiknya tidak ditemui," kata Ariati.

"Makanya kalau ditanya Riska maunya tinggal dengan bibinya saja," kata Ariati.

Riska tinggal bersama Chieci sejak enam tahun silam. Saat itu, neneknya masih hidup. Sebelumnya, Riska sempat merasakan hidup bersama Sulistiowati di Kecamatan Sanga-sanga, Kutai Kartanegara. Kecamatan ini sekitar 70 kilometer dari Balikpapan.

Sulistiowati sendiri yang mengantar Riska ke Karang Jati enam tahun lalu.

"Menurut ibunya, Riska sudah sering lumpuh seperti ini selama 2 tahun tinggal dengan ibunya ini," timpal Chieci.

Dengan demikian, Chieci menghitung, kira-kira derita ini sudah 8 tahun dirasakan Riska. Neneknya sayang dengan Riska. Ia merawatnya dengan baik. Namun, empat tahun kemudian, sang nenek wafat.

Beban perawatan pun beralih ke Chieci. Sayangnya, Chieci juga memiliki beban hidup tidak kalah berat. Ia ditinggal Udin Ferdinan, suaminya, yang dipenjara akibat terlibat kasus narkotika. Kini, seluruh beban hidup tertanggung pada Chieci.

Ia mengaku jatuh bangun, mulai dari jualan nasi hingga kini jadi tukang cuci. Akibatnya, bila kejang Riska muncul maka gadis itu kerap tidak terurus. Ia terpaksa buang air di tempat, dibiarkan mengering, dan baru dibersihkan ketika Riska kembali normal. Kadang makan pun tak terurus.

"Sekarang kurus. Dulu dia berisi," kata Chieci.

Tidak hanya itu, mengurus pengobatannya serta mendapatkan jaminan sosial bagi Riska pun tidak berhasil.

Kisah pilu ini akhirnya muncul di sejumlah media massa dan media sosial. Di hari yang sama, Pemerintah Kota Balikpapan bergerak cepat menangani Riska. Ia segera dijemput ambulans dari rumahnya dibawa ke RSUD Balikpapan, Kamis (14/9/2017) malam.

Baca juga: Menderita Kanker Stadium 4, Badan Nurlina Dipenuhi Belatung

Sejumlah dinas turun tangan, seperti: dinas kesehatan, manajemen RSUD, dinas kependudukan dan catatan sipil, puskesmas yang sebelumnya pernah menanganinya, kelurahan, hingga RT.

Kemunculan berbagai dinas itu untuk membantu Riska mendapatkan jaminan sosial demi pengobatan di RS. Kini, di bawah pengawasan dokter spesialis syaraf, Riska mulai lebih tenang. Kejang sekujur tubuhnya sementara hilang.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Penumpang Pesawat dari Surabaya yang Reaktif Rapid Test di Pontianak Positif Covid-19

2 Penumpang Pesawat dari Surabaya yang Reaktif Rapid Test di Pontianak Positif Covid-19

Regional
Mengunjungi Tempino, Kota Minyak Masa Belanda, Ada Bioskop Terkunci Sejak 30 Tahun Lalu

Mengunjungi Tempino, Kota Minyak Masa Belanda, Ada Bioskop Terkunci Sejak 30 Tahun Lalu

Regional
1 Anggota DPD RI Dapil Bengkulu dan Sebagian Karyawan BI Positif Corona

1 Anggota DPD RI Dapil Bengkulu dan Sebagian Karyawan BI Positif Corona

Regional
Tangga Kuno dan Misteri Kompleks Candi di Dataran Tinggi Dieng, Pusat Ritual dan Pendidikan Agama?

Tangga Kuno dan Misteri Kompleks Candi di Dataran Tinggi Dieng, Pusat Ritual dan Pendidikan Agama?

Regional
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Akan Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Akan Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

Regional
3 PPS di Kutim Jadi Tersangka Kasus Rekayasa Dukungan Paslon Perseorangan

3 PPS di Kutim Jadi Tersangka Kasus Rekayasa Dukungan Paslon Perseorangan

Regional
Operasi Jaran Candi 2020, Polres Tegal Kota Bekuk 6 Pelaku Curanmor

Operasi Jaran Candi 2020, Polres Tegal Kota Bekuk 6 Pelaku Curanmor

Regional
Tak Kenakan Masker di NTB, Siap-siap Didenda Rp 500.000

Tak Kenakan Masker di NTB, Siap-siap Didenda Rp 500.000

Regional
3 Pelajar SMA yang Rampok Toko Emas Tetap Terima Pelajaran dari Dalam Penjara

3 Pelajar SMA yang Rampok Toko Emas Tetap Terima Pelajaran dari Dalam Penjara

Regional
Sebelum Meninggal Positif Covid-19, Guru SMPN 1 Dolopo Jalan-jalan Bersama Keluarga ke Solo

Sebelum Meninggal Positif Covid-19, Guru SMPN 1 Dolopo Jalan-jalan Bersama Keluarga ke Solo

Regional
Awalnya Menolak, Wali Kota Batam Bersedia Tes Swab dan Hasilnya Negatif

Awalnya Menolak, Wali Kota Batam Bersedia Tes Swab dan Hasilnya Negatif

Regional
Korban Arisan HA dari Berbagai Kalangan, Mulai Petani hingga ASN

Korban Arisan HA dari Berbagai Kalangan, Mulai Petani hingga ASN

Regional
Nenek yang Berkurban dari Hasil Menabung 15 Tahun Dihadiahi Umrah Gratis

Nenek yang Berkurban dari Hasil Menabung 15 Tahun Dihadiahi Umrah Gratis

Regional
YouTuber Berulah, Demi Konten Bagikan Daging Berisi Sampah

YouTuber Berulah, Demi Konten Bagikan Daging Berisi Sampah

Regional
Palembang Tetapkan 3 Rute Jalur Khusus Sepeda

Palembang Tetapkan 3 Rute Jalur Khusus Sepeda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X