Dede Yusuf Maju Jadi Cagub di Pilkada Jabar

Kompas.com - 15/09/2017, 15:40 WIB
Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Demokrat Dede Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/4/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraKetua Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Demokrat Dede Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/4/2017).
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menyatakan siap maju sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat dalam ajang Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.  Pernyataan sikap pria yang saat ini menjabat sebagai ketua Komisi IX DPR RI tersebut disampaikan melalui rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (15/9/2017).

Dede berencana maju sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Demokrat.

"Sebagai warga negara yang baik dan kader yang loyal, saya hanya mengikuti seleksi di Partai Demokrat, tidak melalui partai lainnya. Sehubungan dengan itu, belum lama ini saya telah menyerahkan formulir calon Gubernur Jawa Barat kepada DPD Partai Demokrat (Jawa Barat). Saya mengisi formulir tersebut dalam konteks hanya sebagai calon Gubernur dan bukan calon Wakil Gubernur," kata Dede. 

Dede menyebutkan, keputusan untuk maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Barat 2018 sudah dipikirkan secara matang. Keputusan tersebut diambil tepat di hari usianya menginjak angka 51 tahun.

Baca juga: Terima Nasdem, Ridwan Kamil Dinilai Bisa Bernasib seperti Dede Yusuf

"Sesuai janji yang pernah saya sampaikan tentang sikap mengenai kontestasi politik Pilkada Jawa Barat akan saya ungkapkan pada hari ulang tahun saya 14 September 2017," ujarnya. 

Dede mengaku,  keputusannya untuk maju dalam Pilkada Jawa Barat 2018 sebagai bakal calon Gubernur atas kehendak dan harapan warga Jawa Barat. 

"Harapan itu tercermin dalam berbagai hasil survei dimna masih menempatkan saya dalam posisi tiga besar. Bahkan ada survei yang menempatkan saya pada posisi dua besar. Saya memberi apresiasi atas harapan, dukungan, dan permintaan rakyat tersebut dengan cara mengikuti mekanisme internal yang sedang berjalan di Partai Demokrat," katanya. 

Untuk menjadi cagub dari Partai Demokat, Dede harus bersaing dengan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Sulanjana dan anggota DPR Herman Khaeron. 

"Demokrat menggandeng lembaga survei untuk menguji elektabilitas, popularitas, dan integritas para calon Gubernur yang berasal dari internal Demokrat. Bersamaan dengan itu, saya melakukan komunikasi politik dengan beberapa pihak untuk penjajakan-penjajakan," ucapnya. 

Meski niatnya untuk maju sebagai bakal calon Gubernur terbilang besar, Dede menyerahkan sepenuhnya keputusan maju atau tidak dirinya di Pilkada Jawa Barat kepada DPP Partai Demokrat. 

"Selanjutnya kewenangan penetapan cagub cawagub berada sepenuhnya di tangan Majelis Tinggi yang langsung dipimpin oleh Bapak SBY sebagai ketua umum DPP dengan berpijak kepada hasil survei dan komunikasi politik dengan calon mitra koalisi," ucapnya. 

"Untuk itu saya menunggu hasil penilaian dan komunikasi politik yg sedang dilakukan oleh DPP. Saya hormati dan taati apa yang jadi kewenangan Majelis Tinggi dan saya menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan Partai Demokrat terkait kontestasi Pilkada Jawa Barat. Pada waktunya Majelis Tinggi akan membuat keputusan dan memanggil saya sebagai kader yang baik dan loyal saya akan menyikapinya secara ksatria & bijaksana," tambah dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PDI-P Pecat 5 Kadernya di Jateng karena Lawan Kebijakan Partai soal Pilkada 2020

PDI-P Pecat 5 Kadernya di Jateng karena Lawan Kebijakan Partai soal Pilkada 2020

Regional
Oknum Brimob Jual-Beli Senapan Serbu di Papua, Ditangkap Tim Gabungan TNI-Polisi

Oknum Brimob Jual-Beli Senapan Serbu di Papua, Ditangkap Tim Gabungan TNI-Polisi

Regional
Gegara Inkubator RSUD Sinjai Rusak, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya

Gegara Inkubator RSUD Sinjai Rusak, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya

Regional
Kronologi Tewasnya Perempuan yang Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo, Dipukul dengan Linggis hingga ATM Dikuras

Kronologi Tewasnya Perempuan yang Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo, Dipukul dengan Linggis hingga ATM Dikuras

Regional
Penjelasan Pemilik Ambulans yang Digunakan untuk Seserahan Pernikahan

Penjelasan Pemilik Ambulans yang Digunakan untuk Seserahan Pernikahan

Regional
Baru Dikubur 2 Hari, Makam Bocah SD Dibongkar Polisi, Ini Penyebabnya

Baru Dikubur 2 Hari, Makam Bocah SD Dibongkar Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
Kepala BNPT Minta Masjid Jadi Benteng Pertahanan dari Paham Radikalisme

Kepala BNPT Minta Masjid Jadi Benteng Pertahanan dari Paham Radikalisme

Regional
15 Kabupaten di Jateng Jadi Sasaran Tempat Pembangunan Rumah Tahan Gempa

15 Kabupaten di Jateng Jadi Sasaran Tempat Pembangunan Rumah Tahan Gempa

Regional
30 Napi Lapas Kerobokan Positif Covid-19, Jadi Klaster Baru di Bali

30 Napi Lapas Kerobokan Positif Covid-19, Jadi Klaster Baru di Bali

Regional
Ini Kunci Kesuksesan Teluk Kabung Selatan, Satu-satunya Kelurahan di Padang Bebas dari Covid-19

Ini Kunci Kesuksesan Teluk Kabung Selatan, Satu-satunya Kelurahan di Padang Bebas dari Covid-19

Regional
Hendak Ambil Madu di Kebun Sawit, Pemuda ini Tewas Disengat Kawanan Tawon

Hendak Ambil Madu di Kebun Sawit, Pemuda ini Tewas Disengat Kawanan Tawon

Regional
11 Orang Tewas Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Tambang Ilegal Jadi Tersangka

11 Orang Tewas Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Tambang Ilegal Jadi Tersangka

Regional
Viral, Video Jerit dan Tangis Saat Makam Dibongkar karena Masalah Mantan Menantu, Ini Faktanya

Viral, Video Jerit dan Tangis Saat Makam Dibongkar karena Masalah Mantan Menantu, Ini Faktanya

Regional
Kisah Pilu Bocah Balita di Medan, Orangtuanya Dipenjara dan Dianiaya Saat Tinggal dengan Pamannya

Kisah Pilu Bocah Balita di Medan, Orangtuanya Dipenjara dan Dianiaya Saat Tinggal dengan Pamannya

Regional
Jokowi Ingin Fakultas Kehutanan UGM Kembangkan Inovasi, di Antaranya 'Precision Forestry'

Jokowi Ingin Fakultas Kehutanan UGM Kembangkan Inovasi, di Antaranya "Precision Forestry"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X