Mengaku Khilaf, Seorang Ayah di Bandung Perkosa Anaknya - Kompas.com

Mengaku Khilaf, Seorang Ayah di Bandung Perkosa Anaknya

Kompas.com - 14/09/2017, 13:49 WIB
TDW (52) ditangkap karena berkali-kali memperkosa anak kandungnya sendiri berinisial UK (15) yang masih masuk kategori anak ‎di bawah umur. KOMPAS.com/Putra Prima Perdana. TDW (52) ditangkap karena berkali-kali memperkosa anak kandungnya sendiri berinisial UK (15) yang masih masuk kategori anak ‎di bawah umur. 

BANDUNG, KOMPAS.com - Unit PPA Satuan Reskrim Polrestabes Bandung menangkap seorang pria berinisial TDW (52) di sebuah rumah indekost di Jalan Melong, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Rabu (13/9/2017) kemarin.  TDW ditangkap lantaran berkali-kali memperkosa anak kandungnya sendiri berinisial UK (15) yang masih masuk kategori anak di bawah umur. 

"Keduanya ini memang tinggal dalam satu kamar kos," kata Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana saat ditemui di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (14/9/2017).

Terungkapnya aksi bejat TDW berawal dari keberanian UK untuk melaporkan perbuatan ayah kandungnya kepada pemilik kamar kos. Korban bersama pemilik kos kemudian melaporkan hal tersebut kepada Polrestabes Bandung. Tak berselang lama TDW pun ditangkap. 

"Kita lakukan penyidikan dan penahan terhadap TDW," ucap Yoris. 

Baca juga: Kakak dan Adik Ditangkap karena Perkosa Gadis ABG di Rumah Korban

Akibat perlakuan bejat ayah kandungnya, sambung Yoris, korban mengalami trauma yang cukup berat. UK bahkan takut untuk melihat laki-laki terutama bapak kandungnya sendiri. 

"Pelaku ini tidak membujuk UK, tetapi memaksa dan mengancam korban akan dibunuh dan dianiya kalau menceritakan kejadian tersebut. Menurut pengakuan cuma 3 kali. Tapi melihat trauma yang dialami korban kemungkinan besar lebih dari 3 kali diperkosa," ucapnya. 

Di tempat yang sama, TDW mengaku menyesal telah memperkosa anak kandungnya yang diakuinya telah dilakukan sejak bulan April 2017.  "Saya khilaf, benar-benar saya khilaf," sebut TDW. 

Pria yang kesehariannya mencari nafkah sebagai pekerja serabutan ini mengaku aksi bejatnya dilakukan karena pengaruh minuman keras oplosan yang rutin dibelinya.  "Saya khilaf karena pengaruh ciu. Ya saya juga sudah lama enggak campur sama istri. Istri saya sudah meninggal lama," tuturnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, TDW akan dikenakan pasal 81 junto 76 D dan atau pasal 82 junto 76 E Undang-undang RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun dan denda pling banyak Rp. 5 miliar.  

Kompas TV Seorang anak perempuan berusia 12 tahun di Samarinda, Kalimantan Timur, diperkosa oleh 13 sopir angkutan umum.


EditorErlangga Djumena
Komentar

Terkini Lainnya

Mobil Volcano Tour Merapi Terperosok Jurang, 1 Tewas, 4 Terluka

Mobil Volcano Tour Merapi Terperosok Jurang, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Baru Lulus? Ikuti 3 Tips Ini agar Tidak Stres Mencari Kerja

Baru Lulus? Ikuti 3 Tips Ini agar Tidak Stres Mencari Kerja

Edukasi
Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Internasional
Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Megapolitan
Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Regional
Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Regional
Pakai Istilah 'China Taiwan', Dua Maskapai Jepang Dikecam

Pakai Istilah "China Taiwan", Dua Maskapai Jepang Dikecam

Internasional
Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Megapolitan
Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Megapolitan
Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Megapolitan
Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Nasional
Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan 'One Way'

Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan "One Way"

Megapolitan
Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Nasional
Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Megapolitan

Close Ads X