Kompas.com - 14/09/2017, 13:00 WIB
Topi dengan ornamen palu arit yang diamankan petugas Bea dan Cukai Kediri, Jawa Timur. KOMPAS.com/M.Agus Fauzul HakimTopi dengan ornamen palu arit yang diamankan petugas Bea dan Cukai Kediri, Jawa Timur.
|
EditorFarid Assifa

KEDIRI, KOMPAS.com - Kantor Bea dan Cukai Kediri, Jawa Timur, mengamankan sebuah topi yang mirip dengan topi Ushanka khas Rusia dengan hiasan lambang palu dan arit.

Lambang palu arit itu berada pada pin yang tertempel di bagian depan topi bulu itu. Pin dengan bintang berwarna merah itu di tengahnya terdapat gambar palu dan arit yang tumpang tindih.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri Turanto Sih Wardoyo mengatakan, topi tersebut disita petugas saat melakukan pengawasan lalu lintas peredaran barang kiriman di Kantor Pos Kediri.

"Diamankan karena termasuk barang terlarang," ujar Turanto, Kamis (14/9/2017).

Atas temuan itu, pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjutinya. Penelurusan dilakukan untuk mengetahui asal usul barang.

Menurut Turanto, topi itu diketahui dikirim dari salah satu negara dengan ideologi komunis. Dia enggan menyebut negara dimaksud.

Baca juga: Bea dan Cukai Kediri Musnahkan Puluhan DVD Porno dan Alat Bantu Seks

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan dari penelusuran alamat tujuan barang, tertuju pada seseorang yang tinggal di Kabupaten Nganjuk. Orang yang dirahasiakan identitasnya itu juga telah diperiksa.

Hasil pemeriksaan, kata Turanto, orang tersebut tidak tidak mempunyai orientasi politik maupun ideologi komunis sesuai simbol topi tersebut.

"Hanya karena menganggap topinya bagus dan nyaman dipakai," ujarnya.

Dengan demikian, orang tersebut tidak diproses hukum, hanya topinya yang disita.

Baca juga: Selidiki Gambar Palu Arit, Polres Pamekasan Bentuk Tim Khusus

Selain topi berlambang palu arit, barang-barang selundupan yang dicegah melalui kiriman di kantor pos terdiri dari aneka barang. Mulai dari keping cakram berisi video porno, kosmetik, air gun, obat-obatan, hingga alat bantu seks. Barang-barang ilega itu diamankan dalam rentang waktu tahun 2016.

Kompas TV Rizieq Shihab belum mau datang dan memilih pergi ke luar negeri.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.