Kesan Mendalam Dubes Inggris ketika Diajak Melantunkan Shalawat - Kompas.com

Kesan Mendalam Dubes Inggris ketika Diajak Melantunkan Shalawat

Kompas.com - 14/09/2017, 09:37 WIB
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik saat menghadiri kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (25/4/2017)Dok Humas Universitas Muhammadiyah Malang Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik saat menghadiri kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (25/4/2017)

SEMARANG, KOMPAS.com - Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mempunyai kenangan baik saat berkunjung ke Jawa Tengah.

Kesan mendalam itu terutama saat ia diajak mengikuti kegiatan bershalawat di halaman kantor gubernur Jateng di Semarang.

Moazzam sempat takjub dan senang melihat ribuan warga melantunkan shalawat. Kegiatan itu, katanya, tidak pernah dijumpai di negaranya, Inggris.

"Beliau kaget. Katanya pengalaman orang berkumpul bershalawat baru dialaminya di Indonesia. Dia bilang begini, 'kok bisa seperti ini orang banyak bisa berkumpul. Bayar berapa'?" ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menirukan ucapan Moazzam di sela bersilaturrahmi di pondok pesantren di Kebumen, Rabu (13/9/2017) malam.

"Di Inggris hal seperti ini itu tidak ada," ujar Ganjar, meniru penuturan sang dubes.

Ganjar mengatakan, Moazzam sangat terkesan dengan pola keberagaman Indonesia. Sejak diajak bershalawat, Moazzam kerap menghubunginya agar diajak kembali melantunkan shalat lagi.

"Dia bahkan pengen diajak lagi. Pernah juga orang Australia juga gedek-gedek (terheran) saya ajak shlawatan," katanya.

Baca juga: Santri Kiai Mahfudz Pernah Sambut Dubes Inggris dengan "Havenu Shalom"

Kegiatan shalawat sendiri rutin digelar setiap bulan di berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk di Kota Semarang. Beberapa tokoh kharismatik memimpin kegiatan shlawat, seperti Habib Luthfi bin Yahya, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, serta sejumlah tokoh lainnya.

Moazzam, sambung Ganjar, sangat terkesan dengan kegiatan itu. Oleh karenanya, dia senang sekaligus ingin mengulangnya lagi.

" Dubes Inggris itu muslim, sama seperti wali kota London. Waktu saya ajak shalawat bersama Habib Syekh beliau kaget dan seneng banget," tambahnya.

Melalui kegiatan itu, kata Ganjar, Moazzam menilai bahwa keberagaman warga Indonesia sangat kuat. Hal demikian agar terus dilestarikan.

Sementara itu, Ganjar dalam pertemuan itu meminta kalangan pesantren untuk berpegang pada pendidikan karakter yang ada di pesantren. Tradisi sopan santun, menghormati yang lebih tua agar tetap menjadi ruh di dalam pesantren.

Baca juga: Dubes Inggris: Indonesia, Negara Strategis untuk Masa Depan Dunia

Tradisi yang baik itu, sambung dia, dapat menangkal masuknya paham-paham radikal yang tersebar melalui berbagai cara.

"Kita negara berperikemanusiaan yang beradab, berketuhanan. Maka Indonesia punya ukurannya. Prinsip saling menghormati harus tetap dijaga," ujar pria 48 tahun ini.

Kompas TV Temui Dubes Inggris, Menteri Luhut Bahas Terumbu Karang


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Internasional
Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Megapolitan
Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Regional
Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Regional
Pakai Istilah 'China Taiwan', Dua Maskapai Jepang Dikecam

Pakai Istilah "China Taiwan", Dua Maskapai Jepang Dikecam

Internasional
Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Megapolitan
Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Megapolitan
Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Megapolitan
Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Nasional
Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan 'One Way'

Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan "One Way"

Megapolitan
Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Nasional
Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Megapolitan
Ombudsman: Jatah Obat per Napi di Lapas Pemuda Tangerang Hanya Rp 1.000

Ombudsman: Jatah Obat per Napi di Lapas Pemuda Tangerang Hanya Rp 1.000

Megapolitan
Perombakan Pejabat Diharap Tingkatkan Serapan Anggaran DKI

Perombakan Pejabat Diharap Tingkatkan Serapan Anggaran DKI

Megapolitan

Close Ads X