Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/09/2017, 17:11 WIB
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Pisau menjadi alat wajib bagi setiap keluarga. Namun ada yang berbeda dari pisau yang dibuat Darmo Sudiman warga Dusun Krengseng, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta ini. Sebab, pisau dibuat motif batik di tangkai dan sarungnya. Pisau ini sudah mampu dipasarkan hingga Malaysia dan Perancis.

Pisau Batik sendiri merupakan ide dan kreasi Darmo Sudiman pada tahun 1996. Darmo menciptakan sebuah karya unik dan menarik, yaitu dengan memberi motif batik pada tangkai pisau. Dari sinilah nantinya pisau batik dikembangkan dengan berbagai macam bentuk.

Tangkai pisau biasanya hanya berbentuk bulat atau gepeng diganti dengan berbagai macam bentuk seperti bentuk wayang Rama dan Shinta, Penari Bali, dan Punakawan.

Selain itu, corak yang dibuat pun beragam, lebih dari 200 motif dan corak batik yang dimiliki perajin membuat pisau batik tetap eksklusif seperti, Parang Gondosuli, Parang baris, Parang Centhong, Parang Curiga, hingga Parang Pancing adalah beberapa motif yang sering dipakai perajin.

Baca juga: Dari Tulang Bekas Kuah Bakso, Dadi Raup Omzet Belasan Juta Rupiah

Pembuatan hiasan batik tulis dilakukan seperti membatik pada umumnya hanya saja media yang digunakan berupa kayu gagang pisau."Pisau batik bermacam-macam,"katanya Selasa (12/9/2017).

Dalam perkembangannya, kreasi corak batik tidak hanya ditemukan di gagang pisau. Batik terdapat di seluruh bagian pisau, termasuk logam pisaunya, namun tetap tidak mengurangi fungsi utamanya sebagai alat potong.

"Kami berupaya agar inovasi ini tidak merubah fungsi pisau itu sendiri, ketajamannya bisa dijamin," ucapnya.

Harga sebuah pisau bubut biasa, tanpa motif batik, dipatok Rp 3.000 sampai Rp 5.000. Sedangkan pisau yang telah diberi motif batik dengan ukuran kecil, Darmo membanderol dengan harga mulai dari Rp 7.500 sampai Rp 20.000. Kemudian untuk pisau berukuran tanggung atau sedang dihargai Rp 30.000 sampai dengan Rp 500.000.

"Ada pula jenis pisau yang hanya dijual berpasangan, seperti pisau Rama dan Shinta yang dijual lebih dari Rp 200.000," katanya.

Bekerja sama dengan penjual khusus ekspor, Darmo menyebut produksnya sudah menembus pasar luar negeri.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.