Napi Teroris di Lapas Takalar Dikeroyok Sesama Napi

Kompas.com - 11/09/2017, 20:39 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorErlangga Djumena

TAKALAR, KOMPAS.com - Seorang narapidana ( napi) teroris bernama Ahmad Sutrisno menjadi korban pengeroyokan oleh sesama napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Korban saat ini diamankan dalam sel isolasi demi keamanan korban.

Pengeroyokan yang terjadi pada pekan lalu ini diketahui setelah istri korban, Humairoh mendapat informasi dari keluarga sesama napi bahwa suaminya minta dibesuk lantaran telah dikeroyok oleh sesama napi.

"Suami saya telah dikeroyok minggu lalu tepatnya tanggal enam September dan sampai saat ini pihak Lapas belum memberikan izin kepada kami untuk membesuk," kata Humairoh.

Informasi yang dihimpun Kompas.com,  motif pengeroyokan ini bermula dari ketersinggungan korban kepada sesama napi lantaran mengira sejumlah napi telah mengolok-olok azan dan Al-Quran. Ketersinggungan itu berbuntut konflik antar sesama napi.

Baca juga: Napi Teroris Dipindahkan dari Jakarta ke Lapas Atambua

"Sutrisno ini tersinggung lantaran mengira napi lainnya mengolok-olok bacaan Al-Quran padahal mereka memang baru belajar baca tulis Al-Quran dan kami memang memiliki program untuk mengajarkan baca tulis Al-Quran bagi penghuni Lapas yang belum tahu baca tulis Al-Quran" kata Ince M. Rizal, Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIB Takalar yang dikonfirmasi pada Senin, (11/9/2017).

Pihak Lapas juga membantah jika pihaknya melarang pihak keluarga untuk membesuk korban.

"Kami tidak melarang namun sesuai aturan yang berlaku bahwa napi yang sedang di kamar isolasi minimal enam sampai dua belas hari baru bisa dibesuk dan alhamdulillah Sutrisno sekarang baik-baik saja dan percayakanlah kepada kami sebab tugas kami di sini untuk membina mereka," kata dia.

Sutrisno Ahmad merupakan terpidan teroris pindahan dari Lapas Cipinang Jakarta. Sutrisno sendiri menjalani hukuman penjara selama lima tahun terkait kasus terorisme Bom Sarinah, Persimpangan Jalan M.H Thamrim, Jakarta Pusat pada 14 Januari 2016 lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Regional
Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Regional
4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

Regional
Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Regional
Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di 'Backhoe' Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di "Backhoe" Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Regional
Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Regional
6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

Regional
Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Regional
Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X