Tahun 2017 ini Sudah 45 TKI Asal NTT yang Meninggal di Malaysia

Kompas.com - 10/09/2017, 10:31 WIB
 470 TKI ilegal yang berasal dari beberapa Pusat Tahanan Sementara (PTS) di Malaysia memilih pulang dengan biaya sendiri ke Indonesia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Kamis (20/4/2017). Ratusan TKI illegal tersebut kebanyakan melanggar ketentuan imigrasi Malaysia karena dokumen yang mereka miliki sudah tidak berlaku atau masuk ke Negara Malasia secara ilegal. KOMPAS.com/Sukoco 470 TKI ilegal yang berasal dari beberapa Pusat Tahanan Sementara (PTS) di Malaysia memilih pulang dengan biaya sendiri ke Indonesia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Kamis (20/4/2017). Ratusan TKI illegal tersebut kebanyakan melanggar ketentuan imigrasi Malaysia karena dokumen yang mereka miliki sudah tidak berlaku atau masuk ke Negara Malasia secara ilegal.
|
EditorHeru Margianto


KUPANG, KOMPAS.com - Terhitung dalam rentang waktu delapan bulan, mulai dari Januari hngga Agustus 2017, sudah 45 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal di Malaysia.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang, Siwa mengatakan, 45 TKI yang meninggal itu berasal dari 14 kabupaten di NTT, sedangkan dua orang TKI lainnya tidak diketahui daerah asalnya, hanya menyebutkan berasal dari NTT.

Ke-14 kabupaten itu yakni Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Ende, Malaka, Kabupaten Kupang, Flores Timur, Sikka, Manggarai, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Nagekeo, dan Ngada.

"Total TKI yang meninggal di Malaysia sejak Januari sampai dengan akhir Agustus 2017 ini yakni 45 orang. Dua orang TKI tidak diketahui asalnya, hanya dituliskan berasal dari NTT,"kata Siwa kepada Kompas.com, Minggu (10/9/2017).

Dua orang TKI yang bernama Elci dan Anton, lanjut Siwa, akhirnya dimakamkan di Malaysia, karena alamat keduanya hanya disebut Nusa Tenggara Timur, sedangkan nama jenazah tidak didukung dengan nama marga.

"Dua orang itu terpaksa dimakamkan di Malaysia, karena kalau dibawa ke Indonesia tentu tidak tahu siapa keluarga mereka," ujar dia.

TKI terakhir yang meninggal yakni Maria Goreti Mamo (37), asal Aplal, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Ia meninggal di Kuching, Sarawak, Malaysia karena karena perdarahan setelah melahirkan atau post partum hemorrhagic (PPH).

Jenazahnya dipulangkan ke kampung halamannya pada Jumat (25/8/2017) lalu.

Dari 45 TKI itu lanjut Siwa, hanya satu orang TKI yang legal dan berangkat melalui jalur resmi yakni Arni Kabnani yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan. Arni diberangkatkan secara legal oleh PT Citra Bina Tenaga Mandiri. Sehingga setelah Arni meninggal, kepada ahli waris sudah diserahkan asuransi TKI sebesar Rp 80 juta.

Menurut Siwa, para TKI tersebut meninggal karena penyakit, kecelakaan kerja, dan tenggelam di laut dan kolam. Mereka bekerja sebagai asisten rumah tangga dan pekerja di kebun sawit.

"Sebagian besar mereka meninggal karena sakit. Kami akan selalu siap menjemput dan memfasilitasi jenazah TKI yang meninggal, mulai dari Bandara El Tari Kupang hingga ke kediaman TKI yang meninggal," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali Tembus 812 Kasus

Positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali Tembus 812 Kasus

Regional
Mesin Rusak, Pesawat Lion Air Tujuan Surabaya Balik Mendarat di Bandara Lombok

Mesin Rusak, Pesawat Lion Air Tujuan Surabaya Balik Mendarat di Bandara Lombok

Regional
Total 1.000 Pasien Covid-19 di Kota Mataram Dinyatakan Sembuh

Total 1.000 Pasien Covid-19 di Kota Mataram Dinyatakan Sembuh

Regional
Pose 2 Jari Saat Foto Bersama Machfud-Mujiaman, Emil Dardak Dilaporkan Ke Bawaslu

Pose 2 Jari Saat Foto Bersama Machfud-Mujiaman, Emil Dardak Dilaporkan Ke Bawaslu

Regional
Sepasang Kekasih Jadi Kurir Narkoba, Sabu Diikat di Pinggang dan Ekstasi di Kemaluan

Sepasang Kekasih Jadi Kurir Narkoba, Sabu Diikat di Pinggang dan Ekstasi di Kemaluan

Regional
D'Season Bantah Jadi Tempat Isolasi Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19

D'Season Bantah Jadi Tempat Isolasi Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19

Regional
Seorang Gadis Ditikam Pamannya Sendiri, Motifnya Sakit Hati dengan Orangtua Korban

Seorang Gadis Ditikam Pamannya Sendiri, Motifnya Sakit Hati dengan Orangtua Korban

Regional
Kasus Tanah di Labuan Bajo, Bupati Manggarai Barat Diperiksa Kejati NTT

Kasus Tanah di Labuan Bajo, Bupati Manggarai Barat Diperiksa Kejati NTT

Regional
Suami Istri Meninggal karena Covid-19, Satu Warga Terpapar Saat Ikut Mandikan Jenazah

Suami Istri Meninggal karena Covid-19, Satu Warga Terpapar Saat Ikut Mandikan Jenazah

Regional
7 Ambulans Konvoi Jemput 33 Santri yang Positif Corona di Tasikmalaya

7 Ambulans Konvoi Jemput 33 Santri yang Positif Corona di Tasikmalaya

Regional
Terungkap, Ini Motif Paman Tikam Keponakannya Saat Sedang Belajar Daring

Terungkap, Ini Motif Paman Tikam Keponakannya Saat Sedang Belajar Daring

Regional
7 Tenaga Medis RSUCM Aceh Utara Positif Corona, 2 Dirawat Intensif

7 Tenaga Medis RSUCM Aceh Utara Positif Corona, 2 Dirawat Intensif

Regional
Ganjar Harap Kasus Konser Dangdut Tegal Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Ganjar Harap Kasus Konser Dangdut Tegal Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Regional
Anggota TNI Tangkap 4 Warga Timor Leste, Ini Alasannya

Anggota TNI Tangkap 4 Warga Timor Leste, Ini Alasannya

Regional
Kebakaran Garasi di Madiun, 2 Bus dan 1 Pikap Hangus Dilalap Si Jago Merah

Kebakaran Garasi di Madiun, 2 Bus dan 1 Pikap Hangus Dilalap Si Jago Merah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X