Penipuan "Online", Seorang Guru Honorer Ditangkap Polisi

Kompas.com - 08/09/2017, 18:29 WIB
Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan bersama Muhammad Syaiful Arif, pelaku penipuan online di Mapolres Malang Kota, Jumat (8/9/2017). KOMPAS.com/Andi HartikKapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan bersama Muhammad Syaiful Arif, pelaku penipuan online di Mapolres Malang Kota, Jumat (8/9/2017).
|
EditorReni Susanti

MALANG, KOMPAS.com - Muhammad Syaiful Arif (31) seorang guru honorer asal Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ditangkap polisi karena terbukti melakukan penipuan online dengan modus investasi, Jumat (8/9/2017).

Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan mengatakan, pelaku melakukan aksinya sejak 2014. Awalnya, pelaku membuat akun facebook dengan nama 'Sari Dewi'.

Melalui akun itu, pelaku menawarkan bisnis investasi dengan keuntungan 10 kali lipat. Bagi yang berminat, pelaku memberikan nomor whatsapp untuk komunikasi lebih lanjut.

"Modusnya dia membuka akun di facebook lalu menawarkan investasi dalam bentuk uang dengan keuntungan 10 kali lipat," katanya.

(Baca juga: Begini Cara Waspadai Modus Penipuan Online)

 

Melalui tawaran keuntungan yang dijanjikan, pelaku berhasil memperdayai sejumlah korban. Pelaku kemudian meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening yang sudah disediakan.

Setelah menerima uang dari korban, pelaku tidak pernah menepati janjinya. Bahkan, nomor korban yang meminta hasil dari uang yang ditransfernya diblokir oleh pelaku, sehingga korban tak bisa lagi menghubunginya.

Hoiruddin mengatakan, sampai sejauh ini masih ada satu korban yang melapor. Diduga, korban berjumlah 50 orang. Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya. Sebab, pelaku penipuan online itu tidak hanya dilakukan satu orang.

"Sementara baru dapat satu. Yang lain masih kita kejar," tuturnya.

(Baca juga: Pelaku Penipuan Online 90 Persen Warga Indonesia)

Sampai saat ini, nilai transaksi yang berhasil diakumulasi senilai Rp 2,5 milliar. Nilai traksaksi terdapat di sejumlah buku rekening tabungan. Sebab, pelaku menggunakan banyak rekening tabungan untuk menjalankan aksinya.

"Akumulasi transaksi Rp 2,5 milliar. Itu akumulasi transaksi. Kalau kerugian nanti dihitung," jelas Hoiruddin.

Dari hasil penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit laptop, tiga unit ponsel, empat token BCA, dan satu token Bank Mandiri.

Selain itu polisi juga mengamankan 14 buku tabungan sejumlah bank, uang tunai Rp 2 juta, bukti transfer, dan mobil Honda Jazz nopol L 1410 XH yang diduga dibeli dari uang hasil menipu.

Kompas TV Benarkah ada sejumlah tokoh dan purnawirawan turut terlibat?

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Regional
Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Regional
Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Regional
Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Regional
Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Regional
Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Regional
Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Regional
Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Regional
Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Regional
Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Regional
Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Regional
PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

Regional
Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Regional
Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X