Dianiaya dan Ditodong Pistol Oknum Anggota Brimob, 7 Siswa SMP Lapor Polisi - Kompas.com

Dianiaya dan Ditodong Pistol Oknum Anggota Brimob, 7 Siswa SMP Lapor Polisi

Kompas.com - 07/09/2017, 20:09 WIB
Ilustrasi penganiayaan anak-anak.Kompas.com/ERICSSEN Ilustrasi penganiayaan anak-anak.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Tujuh siswa SMP yang diduga dianiaya seorang oknum polisi sambil ditodong pistol mengadu ke kantor Polres Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Rabu sore (6/9/2017) kemarin.

Para siswa mengadukan perbuatan oknum polisi tersebut dengan didampingi masing-masing keluarganya.

Ketujuh siswa tersebut mengaku dianiaya tiga orang pelaku, salah satunya oknum anggota Brimob di sebuah kafe Millenium di Jalan Mr Muh Yamin.

Berdasarkan keterangan para korban, kejadian ini bermula pada Sabtu malam lalu (2/9/2017), tujuh siswa SMP sedang nongkrong di kafe Millenium.

Saat sedang menikmati minuman dan makanan ringan, mereka langsung didatangi oleh tiga orang pelaku, salah satunya diketahui sebagai oknum polisi yang bertugas di Polda Sulsel.

Baca juga: Pria yang Rampas Pistol Anggota Brimob adalah Mahasiswa "Drop Out"

Tanpa basa basi, oknum polisi dan dua temannya itu langsung menghajar tujuh remaja ini secara membabi buta.

Andi Baso Palinrungi, salah satu korban mengaku ditendang dan diancam pistol oleh oknum polisi itu. Dia tidak tahu alasan penganiayaan tersebut.

"Tidak tahu Pak, apa masalahnya. Langsung tendang kakiku, Pak, baru na ancamka pistol (todongkan pistol)," kata Andi.

Rekan korban lainnya, Hamdani (14) juga sempat mengalami hal yang sama. Ia mengaku ditampar di bagian wajah dan ditodong pistol hingga ia dan teman-temannya ketakutan.

"Na tempeleng mukaku, Pak, pokoknya semua temanku di situ sempat dipukul," katanya saat ditemui di ruang unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Polewali Mandar.

Semula korban yang kesakitan di perut, wajah dan kaki hendak merahasiakan tindakan penganiayaan tersebut kepada keluarga mereka. Namun kasus ini terkuak setelah sejumlah orangtua korban curiga dengan keluhan anaknya hingga korban diinterogasi.

Merasa tidak terima perlakuan sewenang-wenang oknum polisi, ketujuh siswa yang didampingi keluarganya resmi melapor ke Polres Polewali Mandar, Selasa (5/9/2017) sore kemarin.

Kapolres Polman AKBP Hanny Andika Sarbini bersama Kasat Reskrim AKP Niki Ramdany dan anggotanya telah mendatangi kafe tempat kejadian perkara untuk mencari tahu penyebab kejadian.

"Ya, dugaannya oknum polisi, tapi dari luar, bukan dari aparat Polres Polman. Sementara kami masih selidiki. Kami sudah minta keterangan dari korban dan pemilik kafe," jelas Kapolres Polman AKBP Hanny Andika Sarbini.

Baca juga: Seorang Warga Nekat Rampas Senpi dan Aniaya Anggota Brimob

Wartawan yang berusaha mengonfirmasi kejadian tersebut tak berhasil menemui Hj Sarina, pemilik kafe. Di kafe tersebut hanya ada Fatma, adik Sarina. Namun Fatma enggan diminta keterangan dengan alasan tak ingin ikut bermasalah.

"Sudah mi Pak. Jangan mi saya, Pak. Saya tidak tahu kejadiannya," kata Fatma.

Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut. Polisi telah menemukan foto dan identitas pelaku. Namun aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap tempat oknum polisi itu bertugas.

Kompas TV Seorang wartawan media online di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Senin (28/8) dini hari dibacok oleh orang tak dikenal.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Trump Sebut Korea Utara Hancurkan 4 Situs Uji Coba Nuklir Terbesar

Trump Sebut Korea Utara Hancurkan 4 Situs Uji Coba Nuklir Terbesar

Internasional
Prabowo Galang Donasi, Gerindra Bantah Kehabisan Modal

Prabowo Galang Donasi, Gerindra Bantah Kehabisan Modal

Nasional
Pelapor Anggota DPR: Istri yang Lindungi Saat Ditendang, Dia dalam Pelukan Saya

Pelapor Anggota DPR: Istri yang Lindungi Saat Ditendang, Dia dalam Pelukan Saya

Megapolitan
Polisi Tambah Jumlah Personel Pengamanan Sidang Aman Abdurrahman

Polisi Tambah Jumlah Personel Pengamanan Sidang Aman Abdurrahman

Megapolitan
Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Megapolitan
Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Megapolitan
Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Megapolitan
Ramai-ramai Menolak 'Presidential Threshold'...

Ramai-ramai Menolak "Presidential Threshold"...

Nasional
Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Internasional
Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Megapolitan
Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di 'Rest Area'

Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di "Rest Area"

Regional
Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Megapolitan
Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Regional
Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Nasional
Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Edukasi

Close Ads X