Pilkada Jateng, PKB Belum Berani Putuskan Koalisi

Kompas.com - 07/09/2017, 18:24 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) II Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlori saat menghadiri Haflah Tasyakur Khotmil Quran wal Kutub dan Harlah Ponpes Annahl di Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Rabu (6/9/2017) malam. KOMPAS.com/Iqbal FahmiKetua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) II Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlori saat menghadiri Haflah Tasyakur Khotmil Quran wal Kutub dan Harlah Ponpes Annahl di Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Rabu (6/9/2017) malam.
|
EditorReni Susanti

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) II Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlori mengaku belum berani memutuskan arah koalisi dalam pemenangan Pilkada Jateng 2018.

“Soal koalisi, komunikasi (dengan partai lain) masih jalan terus. Tapi sampai hari ini saya belum berani mengatakan dengan si-A atau si-B karena semua masih berproses,” katanya saat menghadiri Haflah Tasyakur Khotmil Quran wal Kutub dan Harlah Ponpes Annahl Purbalingga, Rabu (6/9/2017) malam.

Pria yang akrab disapa Gus Yusuf ini menambahkan, saat ini pihaknya tidak mau berspekulasi dalam mengeluarkan pernyataan terkait koalisi.

Pasalnya, keputusan final dalam pemenangan Pilkada Jateng akan melalui proses panjang dan berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).


(Baca juga: Maju Pilkada, Marwan Ingin Naikkan Martabat Warga Jateng)

 

Terkait calon yang diusung partai berlambang bola dunia ini, Gus Yusuf menyebut, sang calon tunggal, Marwan Jafar masih giat bergerilya ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Selain untuk meningkatkan elektabilitas, Marwan dan jajaran DPW hingga DPD juga bergerak untuk menyiapkan mesin partai.

“Terus berproses, Pak Marwan (Marwan Jafar) terus muter untuk sosialisasi kepada masyarakat dan keder demi meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya,” ujarnya.

Meski demikian, dalam Pilkada Jateng 2018 esok, koalisi merupakan keniscayaan bagi partai Nahdliyin tersebut.

Sesuai peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2016, syarat pertama bagi partai yang ingin mengusung calon gubernur sendiri harus memiliki jumlah perolehan kursi di DPRD daerah pilkada sebanyak 20 persen.

(Baca juga: Dipasangkan dengan Sudirman Said, Marwan Bilang Berkawan dengan Pak Dirman)

 

Atau parpol punya 25 persen dari akumulasi suara sah dalam pemilihan legislatif terakhir. Total kursi DPRD Jateng sendiri berjumlah 100 kursi. Dengan begitu, partai politik baru bisa mengusung calon sendiri di Pilgub Jateng bila memiliki minimal 20 kursi.

Satu-satunya partai yang dapat mengusung pasangan calon sendiri tanpa berkoalisi adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) karena menorehkan 31 kursi di DPRD Jateng.

Meski berada di peringkat kedua, PKB tetap harus berkoalisi karena hanya memiliki 13 kursi, disusul Gerindera dengan 11 kursi, dan PKS maupun Golkar dengan perolehan 10 kursi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Regional
Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Regional
Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X