Dihina Gurunya, Seorang Siswa SMP Nekat Minum Racun

Kompas.com - 07/09/2017, 16:25 WIB
Ilustrasi racun. ShutterstockIlustrasi racun.
|
EditorReni Susanti

LEWOLEBA, KOMPAS.com - Gara-gara dihina gurunya saat pelajaran sekolah, FK, siswa SMP Negeri 2 Satu Atap Waiwaru, Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat meminum racun pembersih rumput di rumahnya.

Ayah FK, Yoseph Keko kepada Kompas.com, Kamis (7/9/2017) mengaku, anaknya meminum racun pembersih rumput di rumahnya setelah pulang dari sekolah pada 31 Agustus 2017.

"Saat saya pulang dari kebun, mereka sudah bawa anak saya ini ke Rumah Sakit Umum Lewoleba, Lembata. Saya lalu ikut ke rumah sakit," ucap Yoseph.

Menurut Yoseph, setelah kondisi anaknya membaik, ia menanyakan alasan anaknya meminum racun. Berdasarkan pengakuan FK, ia minum racun karena dihina oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia berinisial BB.

(Baca juga: Minum Racun Seusai Ungkap Dugaan Guru Bocorkan Soal UN, Siswi SMK Meninggal Dunia)

"Saat pelajaran Bahasa Indonesia, guru itu mengatakan bahwa anaknya saya ini keturunan dari orangtua yang tidak jelas dan rumah kami seperti kandang babi dan makanan yang kami makan seperti makanan babi," ungkap Yoseph.

Terhadap kejadian itu, Yoseph pun telah melapor ke polisi pasca kejadian dan dia berharap, guru tersebut bisa bertanggung jawab. 

 

Mengenai kondisi sang anak, Yoseph menjelaskan, FK dirawat selama tiga hari di Rumah Sakit Lewoleba. Selanjutnya dirujuk ke rumah sakit WZ Johannes Kupang, untuk memastikan apakah masih ada racun di tubuhnya atau tidak.

Setelah dirawat selama tiga hari di Rumah Sakit WZ Johannes Kupang, anaknya diperbolehkan pulang.

"Sekarang kami ada di atas kapal dalam perjalanan menuju Lembata. Kondisi anak saya sekarang masih sakit di bagian mulut saja. kami sudah diizinkan untuk pulang dan nanti akan kontrol di rumah sakit di Lewoleba," ucapnya.

(Baca juga: Demi Amelia yang Meninggal Minum Racun Seusai Ungkap Dugaan Kebocoran Soal UN...)

Dihubungi terpisah, Kepala SMP Negeri 2 Satu Atap Waiwaru Bernardus Atawadan membenarkan kejadian tersebut. Dirinya sudah memanggil guru tersebut dan sang guru mengaku telah memarahi dan menghina FK.

"Dia guru honorer komite di sekolah dan saya sudah panggil dia dan dia mengakui semua perbuatannya. Setelah kejadian itu saya juga pergi ke rumah sakit mengunjungi murid saya yang minum racun," sebut Bernardus.

Bernardus mengatakan, Senin (11/9/2017) pekan depan, pihak sekolah dan komite akan menggelar pertemuan atau rapat untuk menentukan sikap.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X