Kompas.com - 06/09/2017, 20:23 WIB
Gerbang masuk Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura Pontianak KOMPAS.com/Yohanes Kurnia IrawanGerbang masuk Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura Pontianak
|
EditorCaroline Damanik

PONTIANAK, KOMPAS.com - Puluhan orangtua mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat, mengadu ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalbar.

Para orangtua ini mengadukan dugaan tindak kekerasan yang dialami anak mereka saat mengikuti kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di kampus, Senin (4/9/2017).

Asisten Muda Ombudsman RI Perwakilan Kalbar, Irma Syarifah mengatakan, puluhan orangtua mahasiswa ini datang secara bersamaan.

"Jumlah persisnya saya tidak hitung, mungkin ada sekitar 20-25 orang yang datang melapor. Atas nama mahasiswa siapa saja mereka memang tidak mau menyebutkan, karena memang tidak ada mahasiswa yang datang pada saat itu," ungkap Irma saat ditemui di kantornya, Rabu (6/9/2017).

Irma menambahkan, rata-rata orangtua tersebut tidak terima anak mereka diperlakukan para seniornya adanya dugaan kekerasan.

"Seperti pemukulan, kemudian dalam tanda kutip ada yang namanya 'tradisi penculikan' terhadap mahasiswa baru yang dilakukan para seniornya, untuk apa, untuk dianiaya. Entah ditendang, dipukul dan sebagainya," papar Irma.

Meski demikian, ungkap Irma, pihaknya kesulitan melakukan konfirmasi terkait kebenaran peristiwa tersebut, lantaran pengaduan tersebut berdasarkan cerita yang disampaikan oleh anak-anak mereka. Para orangtua juga masih merahasiakan identitas anak-anak mereka karena khawatir.

"Pada saat melapor, mereka juga sangat hati-hati sekali, karena bagaimanapun juga kan anak mereka saat ini berada disana (kampus)," jelas Irma.

Sejauh ini, sambung Irma, Ombudsman sudah mengirimkan surat terkait laporan pengaduan kepada pihak kampus. Berbagai perlakuan yang dialami mahasiswa baru sesuai dengan pengakuan mereka juga sudah dicantumkan dalam surat tersebut.

Pada tahun 2016 yang lalu, ombudsman juga menerima pengaduan serupa dari fakultas yang berbeda di universitas yang sama. Pengaduan kemudian ditindaklanjuti pihak kampus yaitu dengan memberikan sanksi kepada penyelenggara kegiatan.
 
"Orangtua katanya juga ada yang sudah menyampaikan ke dekan, tapi hanya sebatas masukan saja. Makanya kita mendorong ada pemberian sanksi kepada mahasiswa yang terindikasi melakukan," ujar Irma.

Pembantu Dekan III FISIP Untan, Sabran Achyar menyayangkan adanya laporan orangtua mahasiswa tersebut ke Ombudsman. Menurutnya, sebagai keluarga besar Fisip Untan, hal tersebut bisa dilaporkan secara internal kelembagaan.

Sabran juga mengungkapkan jika permasalahan tersebut akan segera diselesaikan pihak kampus bersama panitia.

"Kalau merasa bagian dari keluarga besar Fisip, ya harusnya bisa diselesaikan secara internal. Kalau memang ada tindak kekerasan, ya bukti visum dan laporan kepolisian," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.