Rapat Dengar Pendapat soal Limbah Pabrik di Mamuju Utara Berakhir Ricuh

Kompas.com - 06/09/2017, 20:05 WIB
Rapat dengar pendapat yang difasilitasi DPRD Mamuju Utara yang menghadirkan pihak PT Toscano yang diduga melakukan pencemaran limngkungan dengan perwakilan warga yang memprotes aroma bau busuk dari limbah yang menyiksa warga diwarnai kericuhan, Rabu (6/9/2017). KOMPAS.com/ JunaediRapat dengar pendapat yang difasilitasi DPRD Mamuju Utara yang menghadirkan pihak PT Toscano yang diduga melakukan pencemaran limngkungan dengan perwakilan warga yang memprotes aroma bau busuk dari limbah yang menyiksa warga diwarnai kericuhan, Rabu (6/9/2017).
|
EditorFarid Assifa

MAMUJU UTARA, KOMPAS.com - Rapat dengar pendapat (RDP) di kantor DPRD Mamuju Utara, Sulawesi Barat, berlangsung ricuh, Rabu (6/9/2017).

Puluhan perwakilan warga dan pihak perusahaan pengolahan sawit, PT Toscano Indah Pratama yang dilaporkan melakukan pencemaran lingkungan dan menyebabkan permukiman tercemar limbah busuk nyaris terlibat adu jotos.

Ketegangan terjadi saat warga meminta aktivitas perusahaan sawit dihentikan sementara karena dituding banyak melanggar persyaratan teknis keselamatan lingkungan namun ditolak pihak perusahaan.

Puluhan warga yang menamakan diri Aliansi Peduli Lingkungan ini terlibat ketegangan dengan pihak perusahan PT Toscano Indah Pratama dan Badan Lingkungan Hidup Mamuju Utara saat rapat dengar pendapat di ruang rapat aspirasi DPRD Mamuju Utara sedang berlangsung siang tadi.

Warga kecewa Badan Lingkungan Hidup yang seharusnya membela masyarakat yang terdampak limbah busuk dari aktivitas pabrik justru dituding memihak perusahan.

Baca juga: Lingkungan Tercemar Limbah, Guru dan Siswa Pakai Masker ke Sekolah

Terbukti hingga kini, meski warga di lingkungan permukiman tersiksa dengan aroma busuk limbah, aktivitas perusahaan sawit tak kunjung dihentikan.

Padahal sebelumnya, Badan Lingkungan Hidup sudah merekomendasikan sejumlah poin penting persyaratan teknis yang harus dipenuhi perusahan berjaring nasional tersebut sebelum beroperasi.

Salah satu persyaratan itu adalah membangun saluran pembuangan dan bak penampungan limbah agar tidak mencemari lingkungan dan sungai yang menjadi sumber kehidupan warga di sekitarnya.

“Aktivitas pabrik jelas mencemari lingkungan. Warga tersiksa bau busuk. Karenanya kita tetap menuntut agar aktivitas pabrik sementara dihentikan sampai semua persayaratan teknis dibenahi agar tidak membuat kesehatan warga terganggu akibat limbah yang menyesakkan napas," tutur Wahap, perwakilan Aliansi Peduli Lingkungan.

Hingga rapat dengar pendapat selesai, warga tetap menuntut PT Toscano Indah Pratama menghentikan sementara operasi pabrik sawit tersebut sebelum persyaratan dilengkapi.

Selain itu, warga juga menuntut pihak perusahan segera memperbaiki jalan dan pembuangan limbah, sehingga warga di sekitar pabrik tidak terganggu dengan bau limbah yang ditimbulkan oleh pabrik sawit.

Dirut PT Toscano Indah Pratama, Wahida Laomo yang merespons tuntutan warga menilai, semua persyaratan pendirian perusahaan pengolahan sawit telah ia penuhi dan itu bukan terjadi dalam waktu seketika.

“Tidak ada yang melanggar, semua persyaratan administrasi sudah kita penuhi. Yang lain tidak usah banyak bicara kalau tidak tahu masalah,” tutur Wahida usai RDP yang berakhir tanpa kesepakatan.

Baca juga: Tercemar Tambang Batu Bara, Pantai di Aceh Barat Sepi Pengunjung

Pihak perusahan menolak permintaan warga untuk menutup sementara aktivitas pabrik mereka. Pihak perusahan mengklaim urusan administrasi sejak tiga tahun lalu telah dilengkapi dan tidak ada pelanggaran.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X