Pasang Iklan "Online" dan Buka Kantor Notaris Fiktif, Bu Heru Raup Ratusan Juta Rupiah

Kompas.com - 06/09/2017, 08:35 WIB
Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy saat menunjukan barang bukti penipuan yang dilakukan oleh pelaku Thy KOMPAS.com / Wijaya KusumaKapolres Sleman AKBP Burkan Rudy saat menunjukan barang bukti penipuan yang dilakukan oleh pelaku Thy
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Reskrim Polres Sleman, Yogyakarta menangkap Thy alias Bu Heru, seorang pelaku penipuan. Modus penipuan yang dilakukan Thy yakni menjual tanah lewat online. Selain itu, pelaku juga membuka kantor notaris palsu untuk mengelabui korbannya.

"Belum lama ini kita berhasil menangkap seorang pelaku penipuan dengan inisial Thy warga asli Tembalang, Jawa Tengah," ujar Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy, Selasa (5/9/2017).

Dia menyebutkan, korban Rosanti warga Ngaglik, Sleman membuka situs jual beli online dan melihat ada tanah yang dijual. "Tanah yang dijual lokasinya ada di sekitar Condongcatur," ucapnya.

Tertarik dengan tanah tersebut, korban lantas menghubungi nomor yang tertera di iklan itu. Dari komunikasi lewat telepon, korban diajak bertemu oleh pelaku di kantor notaris yang berada di Mlati, Sleman. Dari kesepakatan, tanah seluas kurang lebih 200 meter persegi tersebut terjual dengan harga Rp 425 juta.

Baca juga: Pembeli Tanah dan Karyawan Notaris Bersaksi di Sidang Dahlan Iskan

"Korban diajak pelaku ke kantor notaris untuk bertemu pemilik tanah. Setelah sepakat, penjual tanah meminta pembayaran cash," kata dia.

Korban lantas diantarkan pelaku Thy mengambil uang. Setelah mengambil, uang diberikan kepada Thy dan diberi bukti kuitansi pembayaran. Saat di kantor notaris tersebut, korban tidak merasa curiga karena di dalamnya tampak seperti layakmya kantor. Ada notaris, satpam, sampai karyawan.

Setelah selang seminggu dari hari pembayaran, korban kembali datang ke kantor notaris di Mlati, Sleman itu untuk menanyakan sertifikat tanah yang sudah dibelinya. Namun saat sampai di lokasi, ternyata kantor notaris tersebut dalam keadaan tutup.

Setelah mengecek beberapa kali dan tetap tutup, korban merasa curiga lalu melaporkan ke polisi. "Jadi kantor notaris yang menjadi tempat bertemu sebelum pembayaran itu palsu, atau fiktif," katanya.

Baca juga: Saran Polisi untuk Hindari Penipuan di Situs Jual Beli Online

Dari laporan korban, polisi lalu melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap satu pelaku penipuan yakni Thy, warga Tembalang, Jawa Tengah.

Polisi masih terus mengembangkan kasus ini karena diduga Thy tidak bekerja sendiri dan masih ada keterlibatan beberapa orang.

Sementara kepada polisi Thy mengaku nekat melakukan aksi penipuan karena terlilit hutang dan harus segera melunasi. Aksi melakukan penipuan itu adalah idenya dan mengajak beberapa teman.

"Saya punya utang, terus ajak teman melakukan itu. Tanah itu bukan milik saya, kantor notaris itu juga fiktif, ya buat meyakinkan saja," ujarnya.

Akibat perbuatannya, Thy dijerat dengan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Thy diancam dengan hukuman maksimal Empat tahun penjara. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Mampu Ikuti Pelajaran, 3 Siswa SMAN 1 Sragen Mengundurkan Diri

Tak Mampu Ikuti Pelajaran, 3 Siswa SMAN 1 Sragen Mengundurkan Diri

Regional
Laporan Pencemaran Nama Baik Dicabut, Mantan Anak Buah Cium Tangan Gubernur Nurdin

Laporan Pencemaran Nama Baik Dicabut, Mantan Anak Buah Cium Tangan Gubernur Nurdin

Regional
Pendaftaran 2 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang Jalur Independen Ditolak

Pendaftaran 2 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang Jalur Independen Ditolak

Regional
Dipanggil Bawaslu karena Kampanye Petahana, Camat: Saya Baru Tahu Aturan Ini

Dipanggil Bawaslu karena Kampanye Petahana, Camat: Saya Baru Tahu Aturan Ini

Regional
Terungkap, Hanya 4 Pembina yang Dampingi 249 Siswa SMPN 1 Turi Susur Sungai

Terungkap, Hanya 4 Pembina yang Dampingi 249 Siswa SMPN 1 Turi Susur Sungai

Regional
Dampak Banjir di Jakarta, KA Tujuan Jateng dan Jatim Terlambat 3 Jam, Sebagian Belum Diberangkatkan

Dampak Banjir di Jakarta, KA Tujuan Jateng dan Jatim Terlambat 3 Jam, Sebagian Belum Diberangkatkan

Regional
Sering Kena Prank, Dinas Pemadam Kebakaran Ubah Layanan Call Center ke WhatsApp

Sering Kena Prank, Dinas Pemadam Kebakaran Ubah Layanan Call Center ke WhatsApp

Regional
Tiga Bakal Calon Bupati di Maluku Mendaftar lewat Jalur Independen

Tiga Bakal Calon Bupati di Maluku Mendaftar lewat Jalur Independen

Regional
Tempe Mendoan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Tempe Mendoan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Regional
Viral Video Salam Dua Periode untuk Petahana, Bawaslu Periksa Camat di Jember

Viral Video Salam Dua Periode untuk Petahana, Bawaslu Periksa Camat di Jember

Regional
Korea 'Red Alert' Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Korea "Red Alert" Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Regional
Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Regional
Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Regional
Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Regional
Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X