Kompas.com - 05/09/2017, 16:18 WIB
Ketua MUI yang juga Rais Aam PBNU Maruf Amin (keempat kanan) bersama Ketua PBNU Said Aqil Siroj (ketiga kiri), dan sejumlah tamu undangan menekan tombol bersama dalam Grand Launching Hari Santri (Hasan) 2017 di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (10/8/2017). Acara yang  mengangkat tema Santri Mandiri, NKRI Hebat itu merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 oktober. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc/17. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarKetua MUI yang juga Rais Aam PBNU Maruf Amin (keempat kanan) bersama Ketua PBNU Said Aqil Siroj (ketiga kiri), dan sejumlah tamu undangan menekan tombol bersama dalam Grand Launching Hari Santri (Hasan) 2017 di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (10/8/2017). Acara yang mengangkat tema Santri Mandiri, NKRI Hebat itu merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 oktober. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc/17.
Penulis Farid Assifa
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Dzikir Hubbul Wathon menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Joko Widodo dan segenap jajaran yang sangat peka dan peduli terhadap aspirasi pegiat madrasah diniyah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PB Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Hery Haryanto Azumi menanggapi akan terbitnya Peraturan Presiden tentang Peningkatan Pendidikan Karakter Rabu (6/9/2017) besok. Perpres tersebut akan memadukan madrasah diniyah dengan sekolah formal.

"Alhamdulillah setelah Presiden mengundang ketua Umum PBNU untuk membahas Rancangan Perpres Peningkatan Pendidikan Karakter, akhirnya dicapai sebuah kesepahaman bahwa Perpres Peningkatan Pendidikan Karakter akan mengintegrasikan madrasah diniyah dengan sekolah formal," kata Hery kepada Kompas.com, Selasa (5/9/2017).

Hery mengatakan, kesepakatan tersebut berkat kegigihan warga nahdliyin, termasuk Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj dalam memperjuangkan aspirasi madrasah diniyah.

Baca juga: Said Aqil: Perpres Pendidikan Karakter Diumumkan Besok, Tidak 8 Jam Sekolah Lagi

Keberhasilan ini juga, kata Hery, karena peran Ketua Umum MUI KH Maruf Amin yang sangat bijak dalam menjembatani berbagai perbedaan, sehingga terjadi dialog dan komunikasi yang konstruktif antara para pihak.

Sebelumnya, Majelis Dzikir Hubbul Wathon menyatakan, integrasi madrasah diniyah dengan sekolah formal adalah solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah pro kontra kebijakan full day school yang berpotensi menggerus keberadaan madrasah diniyah.

"Ini (integrasi madrasah diniyah-sekolah formal) juga menjadi harapan kita semua karena itu berarti ada pengakuan yang serius terhadap madrasah diniyah.

Baca juga: Presiden Diminta Undang Warga Nahdliyin terkait "Full Day School"

Hery mengatakan, Majelis Dzikir Hubbul Wathon akan bertindak proaktif dalam membantu pemerintah mencari jalan keluar atas berbagai permasalahan kebangsaan, dan menjawab tantangan bangsa di masa depan bersama segenap elemen bangsa lain yang memiliki komitmen yang sama.

"Ke depan banyak permasalahan bangsa yang dapat diselesaikan dengan kegigihan dan dialog dengan semangat mencari jalan keluar secara genuine sebagai aspirasi bangsa Indonesia," tandasnya.

Kompas TV Unjuk Rasa Tolak Kebijakan Opsional Full Day School
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Regional
Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.