Dianggap Sebarkan Komunis, Aktivis Lingkungan di Banyuwangi Ditahan

Kompas.com - 05/09/2017, 09:27 WIB
Penahanan Heri Budiawan (37) aktivis lingkungan yang menolak tambang emas  Senin (4/9/2017). Heri ditahan karena dianggap sebarkan ajaran komunis KOMPAS.com/Ira RachmawatiPenahanan Heri Budiawan (37) aktivis lingkungan yang menolak tambang emas Senin (4/9/2017). Heri ditahan karena dianggap sebarkan ajaran komunis
|
EditorErlangga Djumena

BANYUWANGI,KOMPAS.com - Heri Budiawan (37), aktivis lingkungan yang menolak tambang emas di Banyuwangi ditahan Senin (4/9/2017) karena dianggap menyebarkan ajaran komunis saat aksi tolak tambang pada April 2017 lalu.

Saat aksi berlangsung, ditemukan logo yang mirip palu arit pada spanduk yang berisi penolakan tambang emas yang dipasang di beberapa titik jalan di wilayah Kecamatan Pesanggaran. Heri Budiawan yang dikenal dengan nama Budi Pego bertindak koordinator demo tersebut.

Dia dijerat pasal 107 huruf a UU Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan KUHP yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara.

Pasal tersebut menyebutkan bahwa barangsiapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan lisan, tulisan, dan atau melalui media apapun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/ Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan perwujudan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.

Baca juga: Tidak Relevan Jokowi Diberi Label Komunis

Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Sodik Effendi mengatakan, pihaknya telah melakukan penyidikan terhadap tersangka serta melengkapi data dan telah dinyatakan P21 oleh Jaksa Penuntut Umum.

"Penahanan dilakukan dengan pertimbangan agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti atau melakukan hal lain yang menggangu proses penyidikan," ujar Sodik kepada wartawan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atas perintah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, Heri Budiawan ditahan dan dititipkan di Lapas Kelas II B Banyuwangi.

Sementara itu, Subagyo, Penasehat Hukum Heri Budiawan kepada Kompas.com Senin (4/9/2017) menyayangkan penahanan tersebut karena selama ini Heri selalu kooperatif selama pemeriksaan.

Selain itu tidak ada cukup bukti yang menunjukkan jika pendemo melakukan penyebaran ajaran komunis seperti yang dituduhkan.

Dia mengatakan akan segera menyampaikan permohonan penangguhan penahanan dan atau melakukan gugatan pra peradilan atas penahanan Heri Budiawan.

"Ini adalah bentuk kriminaliasasi dan intimidasi ke warga yang sedang berjuang melakukan penolakan terhadap pertambangan emas yang ada di Banyuwangi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.