Polisi Solo Tangkap Tersangka Penipuan Sapi Kurban

Kompas.com - 04/09/2017, 14:02 WIB
Tersanka penipuan sapi kurban diamankan di Polresta Solo, Senin (4/9/2017). KOMPAS.com/ M WismabrataTersanka penipuan sapi kurban diamankan di Polresta Solo, Senin (4/9/2017).
|
EditorFarid Assifa

SOLO, KOMPAS.com - Pelaku penipuan spesialis hewan kurban diringkus petugas kepolisian di Solo. Pengejaran pelaku dilakukan di Boyolali, Jawa Tengah.

Polisi hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 jam setelah menerima laporan dari sejumlah korban. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga hasil penipuan.

Pelaku bernama Wahyu Dwi Prasetyo (25), warga Kampung Turi RT 6/ RW 9, Cemani, Sukoharjo. Dia kini mendekam dipenjara setelah ditangkap polisi pada Minggu (3/9/2017).

Wahyu saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku berpura-pura memberikan jasa mencarikan hewan kurban.

"Tersangka dalam aksinya menerima pesanan dan uang pembelian sapi kurban, namun hewan kurbannya yang dikirim tidak sesuai pesanan pembeli. Tersangka memberi alasan kalau uang sudah dibayarkan kepada peternak. Kepada peternak, tersangka hanya memberikan uang muka saja," kata Kapolresta Kota Solo, AKBP Ribut Hari Wibowo, Senin (4/9/2017).

Baca juga: Kasus Penipuan, Dimas Kanjeng Divonis 2 Tahun Penjara

Pada hari yang sama, sejumlah peternak asal Pracimantoro mendatangi Mapolresta Kota Solo untuk mencari keberadaan tersangka.

Sulardi, salah satu peternak sapi, menjelaskan bahwa Wahyu hanya memberikan uang muka dan berjanji melunasi kekurangannya.

"Sudah lama saya cari keberadaan Wahyu karena sekitar 50 juta belum dibayar," kata Sulardi (55) saat ditemui di Polresta Solo, Senin (4/9/2017).

Sulardi datang bersama empat rekannya yang juga menjadi korban penipuan Wahyu. Kapolresta menambahkan, dari hasil laporan warga, petugas segera mengejar tersangka.

Wahyu tertangkap di depan Pasar Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, pada hari Minggu (3/9/2017) pukul 23.00 WIB.

"Dari tersangka kita amankan uang tunai 140 juta rupiah, dua unit telepon genggam, nota nota jual beli, kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan surat keterangan penduduk. Kemudian petugas juga menyita barang bukti milik saksi atas nama Heny Wahyu Kusumawardani berupa tunai 77 juta rupiah dan buku rekening BCA," kata Kapolresta.

Baca juga: Penipuan Bermodus Sayembara Atas Nama Telkom Resahkan Warga

Kompas TV Sedikitnya 2.000 calon jemaah menjadi korban biro perjalanan haji dan umrah PT Azizi Kencana Wisata.

Pelaku dijerat dengan pasal 372 atau 378 dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Regional
Kapolsek di Sulut Sampai Ikut Makamkan Pasien Reaktif Rapid Test yang Ditolak Warga

Kapolsek di Sulut Sampai Ikut Makamkan Pasien Reaktif Rapid Test yang Ditolak Warga

Regional
Warga Papua Nugini Diduga Dalang Kaburnya 14 Tahanan di Polresta Jayapura

Warga Papua Nugini Diduga Dalang Kaburnya 14 Tahanan di Polresta Jayapura

Regional
Ayah Patahkan Tangan Anak 2 Tahun, gara-gara Korban Rewel Ganggu Tidur

Ayah Patahkan Tangan Anak 2 Tahun, gara-gara Korban Rewel Ganggu Tidur

Regional
Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Malang Ambrol, Anggota DPRD: Langganan Longsor

Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Malang Ambrol, Anggota DPRD: Langganan Longsor

Regional
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ganjar Usul Libur Bersama Akhir Tahun Ditiadakan

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ganjar Usul Libur Bersama Akhir Tahun Ditiadakan

Regional
Kapal MV Tina Bermuatan Ribuan Kontainer Diisukan Tabrakan, Ternyata Kandas di Batam

Kapal MV Tina Bermuatan Ribuan Kontainer Diisukan Tabrakan, Ternyata Kandas di Batam

Regional
UMK 2021 Kabupaten Cianjur Tak Naik, Ini Alasan Pemkab

UMK 2021 Kabupaten Cianjur Tak Naik, Ini Alasan Pemkab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X