Effendi Simbolon Jajaki Kembali Maju di Pilkada Sumut

Kompas.com - 31/08/2017, 22:58 WIB
Effendi Simbolon kepada wartawan mengaku banyak yang mendukungnya untuk maju kembali pada pilkada Sumut 2018 mendatang, Kamis (31/8/2017) KOMPAS.com / Mei LeandhaEffendi Simbolon kepada wartawan mengaku banyak yang mendukungnya untuk maju kembali pada pilkada Sumut 2018 mendatang, Kamis (31/8/2017)
|
EditorErlangga Djumena

MEDAN, KOMPAS.com - Setelah gagal dalam pemilihan kepala daerah Sumatera Utara tahun 2013, anggota DPR RI Effendi MS Simbolon kembali menjajai untuk maju pada pilkada 2018. Dia mengatakan, banyak yang mendukungnya untuk maju kembali pada pilkada kali ini.

Pasca kalah di pilkada Sumut 2013, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini intens melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat Sumut,hingga yang berada di perantauan.

"Permintaan dan aspirasi agar saya maju menjadi calon gubernur Sumut cukup besar. Tapi saya tidak bisa menentukan sendiri karena hanya kader partai. Kalaupun ditugaskan, ya ada prakondisi dululah. Jangan kita terburu-buru, yang membuat akhirnya kita maju, kalau untuk kalah buat apa?" kata Effendi di Medan, usai bertemu dengan komunitas Citizen Lawsuit Sumut, Kamis (31/8/2017).

Dia menyebutkan, dirinya mau maju dengan kemampuan dan kesiapan serta sesuai aspirasi rakyat. Untuk itu, Effendi ingin menjajaki dulu apakah dirinya sesuai figur yang diinginkan masyarakat, kalau tidak ia tidak akan memaksakan diri.

Walau hasil survei menunjukkan indikator popularitas dan elektabilitasnya masih tinggi, dia menunggu penugasan partai dan menjadikan kekalahan dulu sebagai bahan evaluasi.

Baca juga: Gubernur Sumut: Kita Gampang Diadu Domba, Dipecah Belah

"Titik lemah dulu harus dibenahi, saya kira partai lebih paham melihat apa yang saya alami dulu, itu menjadi bahan pertimbangan partai. Tentu partai akan lebih bijak memilih siapa yang pas cocok menjadi calon gubsu. Saya sebagai bagian dari masyarakat merasa prihatin dengan pengelolaan pemerintahan Sumut," katanya.

Pada pilkada mendatang, Effendi berharap petahana tidak menggunakan fasilitas dan dana negara selama kampanye.

"Tidak boleh lagi itu, harus ada komitmen dan diawasi masyarakat Sumut. Jadi calon-calon ini berkompetisi secara sehat. Pilkada lalu ini yang terjadi, akhirnya terbukti, incumbent masuk ranah hukum. Seluruh KPU juga harus jujur, jangan ada upaya mengambil suara dan membuang suara. Jangan main-main lagilah, main fair-lah, biar Sumut lebih maju," katanya.

Pada Pilkada Sumut 2013, Effendi Simbolon berpasangan dengan Jumiran Abdi. Mereka dikalahkan pasangan Gatot Pudjo Nugroho - Tengku Erry Nuradi. Tak lama menjabat menjadi orang nomor satu di Sumut, Gatot tersandung kasus korupsi berlapis dan saat ini masih menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin.

Tengku Erry naik menggantikan Gatot. Pada pilkada 2018 nanti, dia maju bersama Bupati Langkat yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X