Kompas.com - 31/08/2017, 16:56 WIB
Salah satu hasil sket pengamatan yang di pamerkan BPPTKG Yogyakarta di  Merapi Volkano Expo 2016 KOMPAS.com / Wijaya KusumaSalah satu hasil sket pengamatan yang di pamerkan BPPTKG Yogyakarta di Merapi Volkano Expo 2016
|
EditorReni Susanti

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Seorang oknum pendaki memanjat salah satu tower stasiun Multiparameter pengamatan Gunung Merapi. Tak hanya menaiki tower, ia menutupi kamera CCTV milik BPPTKG Yogyakarta yang digunakan untuk mengamati aktivitas gunung Merapi.

Akun Twitter resmi milik BPPTKG, @BPPTKG mengunggah sebuah foto kamera CCTV pantuan aktivitas Gunung Merapi yang tampak ditutupi oleh oknum pendaki.

Dalam postingan akun Twitter resmi BPPTKG, menulis: 14.45 "JANGAN DITIRU !! Oknum pendaki naik di tower sta. multiparameter di puncak #merapi kemudian menutupi cctv kawah, menganggu alat pantau.

Saat dihubungi Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, I Gusti Made Agung Nandaka membenarkan kejadian tersebut.

(Baca juga: Viral, Video Pungli pada Pendaki Gunung Guntur di Garut)

 

"Iya benar, ada oknum pendaki yang menaiki tower pemantuan milik BPPTKG yang ada di puncak Merapi ," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, I Gusti Made Agung Nandaka, saat dihubungi Kamis (31/8/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oknum pendaki tersebut tidak hanya nekat menaiki tower, namun juga melakukan aksi menutupi kamera CCTV pemantuan aktivitas Gunung Merapi. "Oknum pendaki itu juga menutupi CCTV pemantuan Gunung Merapi dengan menggunakan tangannya," ucapnya.

Made menjelaskan, tidak ada kerusakan akibat aksi tidak bertanggungjawab tersebut. Namun apa yang dilakukan oknum pendaki itu bisa menganggu aktivitas pemantuan Gunung Merapi dan membahayakan diri sendiri.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Barameru. Tapi saya belum tahu perkembanganya apakah pendaki sudah ditemukan atau belum. Kalau tertangkap kita akan proses," tegasnya.

(Baca juga: Kelelahan, 3 Pendaki Gunung Pundu Dievakuasi)

Sebenarnya, sambung Made, sudah berulang kali pihaknya mengimbau pendaki Gunung Merapi tidak mendekati alat pemantuan atau merusaknya. Sebab bisa menganggu aktivitas pemantuan Gunung Merapi.

"Sudah sering kita imbau, di basecamp pun sebelum naik mendaki sudah diberitahu tata tertibnya, tapi ya ada saja yang nakal. Kita berharap tata tertib serta imbauan yang ada agar tidak mendekati dan merusak alat pantuan bisa ditaati oleh pendaki," pungkasnya. 

Kompas TV Pendaki Cilik Taklukan Puncak Carstenz
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.