Dugaan Pemalsuan Dokumen, Eggi Sudjana Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 31/08/2017, 13:42 WIB
Pengacara Eggi Sudjana (tengah berpeci) diantarkan pendukungnya mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur, di Surabaya, Kamis (11/4/2013). Eggi menyerahkan dukungan 1,2 juta kartu tanda penduduk agar dapat mendaftarkan diri sebagai calon independen dalam Pemilihan Kepala Daerah Jatim yang digelar 29 Agustus mendatang. Pendaftaran calon dibuka pada 13-19 Mei mendatang. KOMPAS/HARRY SUSILOPengacara Eggi Sudjana (tengah berpeci) diantarkan pendukungnya mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur, di Surabaya, Kamis (11/4/2013). Eggi menyerahkan dukungan 1,2 juta kartu tanda penduduk agar dapat mendaftarkan diri sebagai calon independen dalam Pemilihan Kepala Daerah Jatim yang digelar 29 Agustus mendatang. Pendaftaran calon dibuka pada 13-19 Mei mendatang.
|
EditorCaroline Damanik

KEDIRI, KOMPAS.com - Polres Tulungagung, Jawa Timur, menerima laporan dugaan pemalsuan dokumen atas gugatan perdata kasus sengketa tanah bekas perkebunan Kaligentong yang melibatkan TNI dan warga.

Laporan dengan nomor: LP/ 190/ VIII/ 2017/ JATIM/RESTL-AGUNG itu dibuat oleh tim bantuan hukum Kodam V Brawijaya, Rabu (30/8/2017) terhadap 2 orang, yakni Sutrisno selaku perwakilan kelompok warga penggugat dan Eggi Sudjana yang berstatus pengacara warga.

Pokok laporan itu berupa dugaan penggunaan dokumen fiktif saat sidang perdata sengketa tanah tersebut di Pengadilan Negeri Tulungagung.

Dokumen itu di antaranya meliputi surat kuasa dari 2 orang warga anggota penggugat. Dua orang warga ini ternyata diketahui sudah meninggal dunia sejak tahun 2015 padahal gugatan dibuat tahun 2016.

(Baca juga: Eggi Sudjana: Enggak Perlu Lagi Periksa-periksa Saya!)

Terhadap surat kuasa milik dua penggugat yang telah meninggal dunia itu, tim hukum Kodam menemukan adanya indikasi pemalsuan berupa ketidakcocokan antara tanda tangan pada KTP yang berupa cap jempol dan pada surat kuasa yang berupa tanda tangan biasa.

Atas laporan itu, Kepala Bagian Humas Polres Tulungagung Saeroji mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap laporan itu.

Pihaknya juga masih belum melakukan pemanggilan terhadap para terlapor untuk dimintai keterangannya karena masih fokus pada materi laporan.

"Pemeriksaan masih meliputi materi-materi pokok yang menjadi obyek laporan dan melengkapi dokumennya," ujar Saeroji, Kamis (31/8/2017).

Saeroji menambahkan, pendalaman juga akan menyasar pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Itu dilakukan untuk mencari keterangan tentang KTP yang dimaksud dalam laporan.

"Bahkan nanti bisa juga dilakukan uji lab (terhadap dokumen itu)," pungkasnya.

Sementara itu, sengketa itu terjadi terhadap obyek tanah eks perkebunan Kaligentong yang ada di Tulungagung seluas 1431,11 hektar.

Sengketa itu melibatkan warga lima desa di tiga kecamatan yaitu Tanggunggunung, Kalidawir, serta Pucanglaban. Warga berhadapan dengan TNI Angkatan Darat dalam sengketa itu.

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bogor Alokasikan Anggaran untuk Tenaga Medis, Ini Jumlah dan Rinciannya

Bogor Alokasikan Anggaran untuk Tenaga Medis, Ini Jumlah dan Rinciannya

Regional
11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

Regional
Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Regional
Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Regional
Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Regional
Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Regional
Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Regional
Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Regional
Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Regional
PDP Hamil yang Mengeluh via 'Live' Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

PDP Hamil yang Mengeluh via "Live" Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

Regional
Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Regional
Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Regional
Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Regional
Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Regional
6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X