September 2017, Bandara Kertajati Dibedah di Universitas Oxford

Kompas.com - 31/08/2017, 13:20 WIB
Pembangunan Terminal Penumpang Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat (13/2/2017) Achmad FauziPembangunan Terminal Penumpang Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat (13/2/2017)
Penulis Reni Susanti
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com — Proses pembangunan dan pembiayaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka bakal dibedah khusus di Universitas Oxford, Inggris.

Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra mengaku pihaknya diundang Transport Studies Unit Universitas Oxford untuk memaparkan proyek bandara tersebut dalam program internasional bernama 'Global Challenges in Transport'.

“Bagi kami ini kehormatan karena ini program kepemimpinan yang rutin berlangsung di universitas ternama Amerika dan Inggris yang mengundang banyak narasumber dari sejumlah Negara,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kompas.com di Bandung, Kamis (31/8/2017).

Dalam acara yang akan berlangsung 5-8 September 2017 tersebut pihaknya diundang atas rekomendasi peserta Global Challenges in Transport tahun sebelumnya yang digelar di Universitas Harvard, Amerika.

(Baca juga: Pertengahan Tahun Depan Bandara Kertajati Ditargetkan Beroperasi)

“Dalam rekomendasi tersebut disampaikan bahwa BIJB adalah proyek strategis nasional yang kompleks,” tuturnya.

Menurutnya, pihak luar menilai upaya pemerintah mewujudkan bandara internasional tersebut tidak mudah mengingat multi pihak yang terlibat.

Di mana proyek ini menggabungkan keterlibatan unsur pemerintah, BUMD, BUMN, dan swasta baik dalam konstruksi maupun pembiayaan.

“Kebetulan tema bahasan sekarang itu tentang infrastruktur, pembangunan, dan pembiayaan,” paparnya.

Virda menilai, keikutsertaan PT BIJB dalam acara ini sangat penting karena bisa menyampaikan best practice dalam pembangunan dan pembiayaan yang melibatkan swasta dan masyarakat.

Kolaborasi ini membuat pembangunan bandara yang sudah digagas sejak 2003 tersebut kini berjalan signifikan.

”Skema public private partnership ini merupakan yang pertama dipakai di Indonesia dalam hal membangun bandara,” ucapnya.

(Baca juga: Jawa Barat Potensial Kuasai Saham Mayoritas Bandara Kertajati)

Rencananya, Virda akan memaparkan proses pembiayaan bandara tersebut dari mulai murni APBD Jawa Barat, lalu akhirnya mendapat bantuan pembiayaan APBN untuk porsi sisi udara.

Sekaligus upaya dan proses PT BIJB sebagai BUMD yang dibentuk Pemprov Jabar untuk mengelola Bandara Kertajati juga bertugas menggaet pendanaan dari pihak investor dan perbankan.

“Dari gabungan APBN/APBD lalu mulai masuk pinjaman sindikasi bank syariah, juga upaya kami menggagas skema peluncuran reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Dengan diundang Oxford artinya pembangunan Bandara Kertajati ini sudah mendapat apresiasi luar biasa,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X