"Kalau Masih Banyak yang Nyolong, Saya Dukung KPK Sering ke Jateng"

Kompas.com - 30/08/2017, 16:01 WIB
Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal, di Pringgitan Rumah Dinas Walikota Tegal, Senin (4/5/2015), dihadiri oleh Wakil Walikota, SKPD serta camat. Tribun Jateng/Fajar Eko NugrohoWali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal, di Pringgitan Rumah Dinas Walikota Tegal, Senin (4/5/2015), dihadiri oleh Wakil Walikota, SKPD serta camat.
|
EditorReni Susanti

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa jengkel atas kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kepala daerah di Jawa Tengah.

Selasa (29/8/2017) kemarin, KPK menangkap lagi satu kepala daerah dari Jateng, yaitu Wali Kota Tegal Siti Masitha.

Menurut Ganjar, jika mentalitas pejabat daerah tidak berubah menjadi lebih baik, ia bakal mendukung dan meminta KPK terus turun ke daerah untuk melakukan operasi tangkap tangan.

"Kalau masih banyak yang 'nyolong' (mentalitas mencuri), saya dukung KPK untuk sering-sering ke Jawa Tengah, lakukan OTT, " kata Ganjar, melalui pesan elektronik, Rabu (30/9/2017).

(Baca juga: Terakhir Lapor pada 2013, Harta Kekayaan Wali Kota Tegal Rp 1,4 Miliar)

Pihaknya ingin agar para pejabat daerah menahan diri dari perilaku koruptif. Ia pun akan menemui para pejabat Kota Tegal, Kamis (31/8/2017), untuk konsolidasi internal. Dalam pertemuan itu, Ganjar akan mengingatkan agar tidak bermain-main dengan korupsi.

Sebelum Wali Kota Tegal Siti Masitha, KPK operasi tangkap tangan Bupati Klaten Siti Hartini, tepatnya Desember 2016. Sri saat ini dituntut 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar atau 1 tahun kurungan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang.

Pada bulan yang sama, KPK juga mengggelar OTT terhadap Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo. Kasus Adi baru akan diputus dalam persidangan Senin (3/8/2017). 

Kompas TV Ratusan mahasiswa Akademi Keperawatan kota Tegal, Jawa Tengah menghadang rombongan mobil wali kota Tegal, Siti Masitha Suparno, untuk meminta penjelasan atas rencana penutupan kampus mereka.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.