Mengaku Bisa Tarik Harta Karun, Dukun Palsu Tipu Korbannya Rp 162 Juta

Kompas.com - 29/08/2017, 18:30 WIB
Ilustrasi KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi
|
EditorReni Susanti

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial SP alias Yadi diamankan polisi. Ia menipu korbannya dengan mengaku sebagai dukun yang mampu menarik harta karun dari dalam Bumi.

"Awalnya ada laporan dari korban ke Polres Sleman. Dari laporan itu, kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan SP alias Yadi," ujar Wakapolres Sleman, Kompol Heru Muslimin, Selasa (29/8/2017).

Heru menjelaskan, awalnya korban yang merupakan warga Tempel, Sleman didatangi oleh rekan SP. Kepada korban, SP mengatakan jika di bawah rumahnya terdapat peti harta Karun.

"Setelah korban tergoda, lalu dikenalkan dengan SP. Kepada korban SP mengaku memiliki kemampuan supranatural menarik harta karun dari dalam bumi," ucapnya.

(Baca juga: Dijanjikan Uang sekarung, Anggota TNI Ditipu Dukun Palsu)

 

Kepada korban, tersangka lalu meminta uang untuk membeli syarat-syarat sebagai sarana mengambil harta karun yang ada di bawah rumahnya. Pertamanya, korban diminta uang RP 7 juta.

"Uang Rp 7 juta itu lalu oleh tersangka SP untuk membeli perlengkapan di Pasar Beringharjo. Termasuk membeli 10 lempengan emas palsu," bebernya.

Setelah itu, SP meminta korban menyediakan satu kamar kosong di rumahnya untuk melakukan ritual. Di ritual itu, SP meminta lampu di matikan.

"Di ritual itu tersangka membawa kendi yang sudah diisi 10 emas palsu. Kepada korban, SP mengaku berhasil menarik emas. Melihat SP berhasil, korban pun merasa yakin, dan ingin semua isi harta karun ditarik," tuturnya.

Tersangka SP akhirnya meminta uang lebih banyak lagi kepada korban. Sebab untuk menarik seluruh emas di dalam peti, membutuhkan banyak syarat.

"SP saat itu meminta uang sampai ratusan juta, sehingga total dengan uang pertama yang diserahkan korban, mencapai Rp 162 juta," ucapnya.

(Baca juga: Polisi: Gunakan Artis untuk Promosi, Modus Penipuan First Travel)

Namun korban mulai curiga karena SP tak kunjung berhasil mengambil peti harta karun yang ada di dalam rumahnya. Padahal korban telah menyerahkan semua syarat yang diminta.

"SP akhirnya meminta uang kembali untuk menambah beli syarat. Namun karena tidak ada uang lagi, korban meminta emas yang sudah diambil untuk dijual. Ternyata saat dijual, emas itu palsu," tandasnya.

Merasa tertipu, korban lantas melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi. Polisi pun menangkap SP. Kepada Polisi, SP mengaku uang sebesar Rp 162 juta itu digunakan untuk bersenang-senang.

"Mantranya saya bikin sendiri, kalau uangnya saya gunakan untuk karaoke. Pengen punya uang untuk senang-senang saja," pungkasnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X