Jelang Idul Adha, Solo Waspadai Sapi Pemakan Sampah

Kompas.com - 29/08/2017, 16:07 WIB
Sapi di TPA Puteri Cempo, Solo, Selasa (29/8/2017) KOMPAS.com/ M WismabrataSapi di TPA Puteri Cempo, Solo, Selasa (29/8/2017)
|
EditorErlangga Djumena

SOLO, KOMPAS.com - Menjelang Idul Adha, Dinas Pertanian Kota Surakarta memperketat pemeriksaan sapi yang digembalakan di sejumlah lokasi penampungan sampah. Petugas mengawasi dan mengimbau kepada pemilik untuk memeriksakan kesehatan sapi mereka.

Selain itu, sapi pemakan sampah mewajibkan dikarantina selama enam bulan untuk dipantau kondisinya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Surakarta, Weni Ekayanti, menegaskan pemeriksaan sapi pemakan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puteri Cempo Mojosongo, Solo, untuk mencegah peredaran sapi pemakan sampah menjelang Idhul Adha di Kota Solo.

Daging sapi pemakan sampah berdasarkan penlitian memiliki kadar timbal yang melebihi ambang batas. Hal tersebut membahayakan kesehatan bagi yang mengkonsumsinya.

Baca juga:  Saeman Bangga Sapinya Dibeli Presiden Jokowi Seharga Rp 60 Juta

"Harus ada surat keterangan kesehatan hewan, dan warga harus jeli agar tidak salah membeli sapi untuk korban. Biasanya, feses dari sapi pemakan sampah berwarna hitam dan memiliki bau yang khas," kata Weni pada hari Selasa (29/8/2017).

Weni mengakui di Kota Solo masih banyak peternak sapi menggembalakan sapi mereka di TPA Puteri Cempo.

Berdasarkan penelitian sebut dia, daging sapi pemakan sampah mengandung 1,7 part per million (ppm) hingga 17 ppm kadar timbal.

"Dengan menggunakan metode Atomic Absorbtion Spectophotometry (AAS), sapi yang tergolong baru baru saja makan sampah, kandungannya 1,7 ppm. Kalau yang sudah lama makan sampah, kandungannya bisa sampai 17 ppm," kata Pranoto, dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Sebelas Maret Surakarta, Selasa (29/7/2017).

Pranoto menjelaskan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sudah mengeluarkan peraturan ambang batas hanya 1,0 ppm. "Dampak bagi kesehatan bisa mengakibatkan sakit kepala, sakit perut, dan memicu kanker," katanya. 

Baca juga: Terkena Cacingan, Sejumlah Sapi di Polewali Dilarang Diperjualbelikan

Kompas TV Kenaikan harga hewan kurban terutama sapi di Pasar Patok, Lumajang, Jawa Timur, terjadi sejak sebulan terakhir.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sujinah Menangis, Uang Rp 165 Juta yang Ditabung di KUD Tak Bisa Diambil

Sujinah Menangis, Uang Rp 165 Juta yang Ditabung di KUD Tak Bisa Diambil

Regional
UMK Papua 2021 Tak Naik, Pemprov: Mungkin karena Pandemi Covid-19

UMK Papua 2021 Tak Naik, Pemprov: Mungkin karena Pandemi Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Naik, KBM Tatap Muka di Kota Magelang Kembali Ditunda

Kasus Covid-19 Naik, KBM Tatap Muka di Kota Magelang Kembali Ditunda

Regional
Dua Jambret 27 Kali Beraksi, Akhirnya Ditembak Polisi

Dua Jambret 27 Kali Beraksi, Akhirnya Ditembak Polisi

Regional
Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Regional
Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Regional
Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Regional
Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Regional
Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Regional
Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Regional
Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Regional
Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Regional
5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

Regional
Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X