MUI Purwakarta Imbau Warga Tak "Termakan" Informasi Fitnah di Medsos

Kompas.com - 29/08/2017, 12:13 WIB
Ketua MUI Kabupaten Purwakarta KH Jhon Dien (tengah) menerima perwakilan Aliansi Muda Bela Ulama (AMBU) di kantor MUI wilayah setempat. Dok MUIKetua MUI Kabupaten Purwakarta KH Jhon Dien (tengah) menerima perwakilan Aliansi Muda Bela Ulama (AMBU) di kantor MUI wilayah setempat.
|
EditorFarid Assifa

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta mengeluarkan surat edaran imbauan kepada seluruh komponen masyarakat untuk tak mudah terpengaruhi informasi hoaks atau fitnah di media sosial.

Terlebih sekarang ini menjelang perhelatan Pilkada Jawa Barat, dan warga diimbau lebih menjaga rasa persatuan dan kesatuan.

Surat edaran itu untuk mengantisipasi agar tidak muncul informasi-informasi di media sosial yang menyudutkan seseorang atau kelembagaan, terutama terhadap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Baca juga: Dedi Mengaku Dapat Amanat dari KH Ma'ruf Amin agar Membela Kaum Miskin

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta, KH John Dien mengatakan, selama ini pihaknya menilai bahwa tata kelola pemerintahan Kabupaten Purwakarta tidak menyimpang dari agama.

Secara individu dan kapasitasnya sebagai bupati Purwakarta, kata KH John, Dedi Mulyadi tidak menyimpang dari kaidah keislaman. Selama ini pun, MUI Purwakarta belum mengeluarkan fatwa terhadap Dedi Mulyadi baik secara individu ataupun sebagai bupati.

"Di MUI itu ada yang namanya Komisi Fatwa, segala permasalahan umat yang menyangkut akidah dan ajaran agama dimusyawarahkan dulu oleh semua komponen yang ada di MUI sebelum difatwakan," jelas KH John Dien, seusai berdiskusi dengan Aliansi Muda Bela Ulama (AMBU), Selasa (29/8/2017).

KH John menambahkan, diperlukan proses dan kajian yang mendalam untuk memutuskan seseorang atau lembaga menyimpang dari ajaran agama Islam, sehingga tidak bisa dihakimi sepihak melalui informasi tanpa kebenaran di media sosial oleh seseorang.

"Prosesnya sangat panjang ada pengkajian terlebih dahulu sehingga fatwa yang dikeluarkan harus benar dan bukan asal-asalan yang jadinya informasi hoaks," tambah dia.

MUI Purwakarta pun mengingatkan bahwa dalam berkehidupan, terutama dalam bermedia sosial, warga harus menghindari hal-hal yang bernada menghasut, terutama menyebar berita hoaks berbau fitnah dan SARA.

Jika menemukan hal seperti itu di media sosial perlu dicermati lebih dalam dan diutamakan  untuk bertabayun (konfirmasi).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kolam Renang Air Panas di Garut Disegel Satgas Covid-19

3 Kolam Renang Air Panas di Garut Disegel Satgas Covid-19

Regional
KPU Akan Umumkan 16 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Timur, Ini Rinciannya...

KPU Akan Umumkan 16 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Timur, Ini Rinciannya...

Regional
Kakek Renta di Bandung Digugat Anaknya Rp 3 Miliar, Dedi Mulyadi Siap Bela

Kakek Renta di Bandung Digugat Anaknya Rp 3 Miliar, Dedi Mulyadi Siap Bela

Regional
Seorang Ibu Nekat Jadi Pengedar Sabu Setelah Dibujuk Anaknya yang Dipenjara, Ini Alasannya

Seorang Ibu Nekat Jadi Pengedar Sabu Setelah Dibujuk Anaknya yang Dipenjara, Ini Alasannya

Regional
Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Regional
Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Regional
Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Regional
Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Regional
Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Regional
UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

Regional
Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Regional
Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semua Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Merah

Semua Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Merah

Regional
Sebelum Dipulangkan, Pengungsi Konflik KKB Vs Aparat Keamanan Jalani Tes Kesehatan

Sebelum Dipulangkan, Pengungsi Konflik KKB Vs Aparat Keamanan Jalani Tes Kesehatan

Regional
Pengakuan Kristen Gray: Visa Tidak Overstay dan Tidak Bekerja Mencari Uang di Indonesia

Pengakuan Kristen Gray: Visa Tidak Overstay dan Tidak Bekerja Mencari Uang di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X