Sapinya Dibeli Presiden Jokowi, Saeman Tingkatkan Pengamanan Kandang

Kompas.com - 28/08/2017, 16:36 WIB
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar meninjau lokasi sapi berbobot 1,1 ton yang dibeli presidne Jokowi di kecamatan Wonomulyo Polewali Mandar, sulawesi barat, Senin (28/8). KOMPAS.com/JUNAEDIGubernur Sulbar, Ali Baal Masdar meninjau lokasi sapi berbobot 1,1 ton yang dibeli presidne Jokowi di kecamatan Wonomulyo Polewali Mandar, sulawesi barat, Senin (28/8).
|
EditorErlangga Djumena

POLEWALI MANDAR,KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo membeli sapi jenis simmental berbobot 1,1 ton, seharga Rp 60 juta dari Saeman, peternak Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar usai meninjau langsung sapi itu, Senin (28/8/2017), menceritakan proses pencarian sapi kurban tersebut.

Menurut dia, pihak istana menelepon dirinya untuk mencarikan sapi berbobot minimal 800 kilogram. Setelah melalui proses pencarian panjang ke sejumlah peternak akhirnya ditemukan sapi seberat 1,1 ton itu. Pihak istana pun menyetujui untuk membeli sapi kesayangan milik Saeman tersebut sebagai sapi kurban.

“Presiden minta minimal 800 kilogram. Setelah saya cari ke setiap kabupaten di Sulbar akhirnya ditemukan sapi milik Saeman yang beratnya 1,1 ton. Nah inilah yang dibeli Presiden Jokowi untuk hewan kurban,” ucap Ali.

Dia menyebutkan, setelah melalui proses pemeriksaan petugas kesehatan hewan setempat, sapi  yang diberi nama Kliwon oleh pemiliknya itu bebas dari penyakit dan layak untuk menjadi hewan kurban.

Rencananya sapi tersebut akan dikurbankan  untuk masyarakat Sulawesi Barat pada Hari Raya Idul Adha, Jumat (1/9/2017).

Saat ini Kliwon masih dititipkan di kandang milik Saeman di belakang rumahnya.

Sejak resmi dinyatakan dibeli Presiden Jokowi, Saeman kian pun memperketat pengamanan sapinya. Makanan dan minumannya lebih diteliti sebelum dijadikan pakan.

"Maklum yang membeli sapinya itu bukan orang sembarangan, melainkan Presiden Jokowi, sebutnya.

Menurut Saeman, sapi tersebut sebetulnya sudah beberapa kali ditawar pembeli dengan harga yang lumayan, tetapi Saeman yang pencinta sapi jumbo ini enggan menjualnya karena ingin memeliharanya lebih lama.

Namun saat Presiden Jokowi akan membeli sapinya, tanpa berpikir lagi dia langsung menyetujui untuk menjualnya kepada orang nomor satu di Indonesia itu.

Sapi yang memiliki warna bulu hitam kecoklatan ini baru berumur lebih dari tiga tahun. Ukuran badannya mempunyai tinggi 170 cm, panjang badan 3 meter, dengan bobot seberat 1,1 ton.

Baca juga: Saeman Bangga Sapinya Dibeli Presiden Jokowi Seharga Rp 60 Juta

Saeman sendiri memelihara Kliwon sejak umur 8 bulan. Sapi super jumbo ini diberi pakan berupa batang pisang campur ampas tahu. Jadwal pemberian makan setiap sore. Sementara untuk perawatannya setiap hari dimandkani dua kali, yakni pagi dan sore.

“Bukan hanya saya yang bangga dan senang warga dan pemerintah juga bangga sapi asal Polman dibeli Presiden,” sebutnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Naik, KBM Tatap Muka di Kota Magelang Kembali Ditunda

Kasus Covid-19 Naik, KBM Tatap Muka di Kota Magelang Kembali Ditunda

Regional
Dua Jambret 27 Kali Beraksi, Akhirnya Ditembak Polisi

Dua Jambret 27 Kali Beraksi, Akhirnya Ditembak Polisi

Regional
Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Regional
Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Regional
Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Regional
Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Regional
Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Regional
Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Regional
Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Regional
Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Regional
5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

Regional
Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Regional
Jejak dan Bekas Cakaran Macan Tutul di Gunung Merapi Tak Lagi Terlihat sejak 2012

Jejak dan Bekas Cakaran Macan Tutul di Gunung Merapi Tak Lagi Terlihat sejak 2012

Regional
Suami Paksa Istri dan Anaknya 26 Kali Mencuri Kotak Amal di Masjid

Suami Paksa Istri dan Anaknya 26 Kali Mencuri Kotak Amal di Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X