Polrestabes Bandung Buka "Crisis Center" Korban First Travel

Kompas.com - 28/08/2017, 14:17 WIB
Polisi mengawal tersangka kasus penipuan PT First Travel Andika Surachman (tengah) saat gelar perkara kasus penipuan PT First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (22/8). Bareskrim Polri menetapkan tiga orang tersangka yakni Andika Surachman, Anniesa Desvitasari, dan Siti Nuraidah Hasibuan terkait kasus penipuan dan penggelapan dana calon jamaah umroh yang dilakukan PT First Travel yang kerugiannya mencapai Rp848 miliar ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww/17.
RENO ESNIRPolisi mengawal tersangka kasus penipuan PT First Travel Andika Surachman (tengah) saat gelar perkara kasus penipuan PT First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (22/8). Bareskrim Polri menetapkan tiga orang tersangka yakni Andika Surachman, Anniesa Desvitasari, dan Siti Nuraidah Hasibuan terkait kasus penipuan dan penggelapan dana calon jamaah umroh yang dilakukan PT First Travel yang kerugiannya mencapai Rp848 miliar ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww/17.
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Belasan korban penipuan biro perjalanan haji dan umrah First Travel asal Bandung, Jawa Barat, mendatangi Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (28/8/2017) pagi.

Mereka datang untuk melengkapi berkas laporan Kepolisian yang sudah masuk secara bertahap sejak 14 Agustus 2017.

Korban First Travel di Bandung diprediksi mencapai ratusan orang. Sampai saat ini, tidak kurang dari 132 orang telah melapor ke Polrestabes Bandung atas dugaan penipuan dan penggelapan berkedok umrah berbiaya murah itu.

"Pada 14 Agustus kemarin berkas masuk, saat itu baru 15 berkas. Laporan resmi ke Polrestabes ini atas dugaan penipuan dan penggelepan pasal 378 terhadap tersangka Annisa Hasibuan dan suaminya," kata Adrian Darmaji, koordinator korban First Travel asal Bandung di Mapolrestabes Bandung, Senin pagi. 

(Baca juga: Sudah Manasik dan Syukuran, Korban First Travel Ini Gagal Umrah)

 

Adrian menambahkan, korban penipuan dan penggelapan rata-rata gagal berangkat pada Oktober sampai November 2017 mendatang.

Tidak tanggung-tanggung, berdasarkan data dari kantor First Travel Bandung di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, jumlah jamaah First Travel mencapai 632 orang. 

"Jumlahnya ada 632 data yang kita dapat. Itu jumlahnya yang daftar ke cabang Bandung dan belum berangkat. Tapi kita tidak bisa pastikan apakah itu asal Bandung semua atau Jawa Barat," ungkapnya.

Adrian menjelaskan, total korban agen biro perjalanan haji dan umrah First Travel asal Bandung rata-rata menyerahkan Rp 14 sampai Rp 16 juta per orangnya. Jika ditotal, kerugian sementara 132 calon jamaah mencapai Rp 1,2 miliar.

Para korban berharap uang yang sudah masuk ke First Travel bisa dikembalikan secara utuh. "Rekapan saya saat ini mencapai Rp 1,2 miliar untuk kerugian para korban. Ini tercatat dari 132 orang dari 632 orang versi First Travel yang belum diberangkatkan,"  tuturnya.

(Baca juga: Kesedihan Supriatin, Tukang Pijat yang Jadi Korban First Travel)

Sementara itu, 132 orang korban sudah terakomodir lewat satu laporan resmi ke Satreskrim Polrestabes Bandung. Agar lebih mudah menampung pengaduan korban lainnya yang belum melapor, Polrestabes Bandung membuat crisis center.

"Kita akan membuat posko crisis center untuk memudahkan komunikasi dengan korban. Selain membuka crisis center kami tetap melakukan koordinasi dengan Mabes Polri," ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana.

Yoris mengaku sudah menerima satu laporan atas nama Andrian Darmaji yang mewakili seluruh korban First Travel Bandung. "Untuk (laporan) resmi ini satu. Tapi laporan ini mewakili seluruh korban yang diduga dilakukan First Travel," tandasnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Regional
Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Regional
Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Regional
Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Regional
Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Regional
Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Regional
Kronologi Pria Terobos Kantor Polisi dan Berteriak 'Besok Kiamat'

Kronologi Pria Terobos Kantor Polisi dan Berteriak "Besok Kiamat"

Regional
Jenuh di Isolasi, Pasien Covid-19 Usia 60 Tahun Panjat Pagar RS dan Pulang ke Rumah

Jenuh di Isolasi, Pasien Covid-19 Usia 60 Tahun Panjat Pagar RS dan Pulang ke Rumah

Regional
Tenaga Kesehatan RSUD Soedono Madiun Terpapar Corona, Dua Ruang Paviliun Ditutup

Tenaga Kesehatan RSUD Soedono Madiun Terpapar Corona, Dua Ruang Paviliun Ditutup

Regional
Oknum Anggota DPRD Jadi Bandar Sabu Jaringan Bos PO Bus Pelangi

Oknum Anggota DPRD Jadi Bandar Sabu Jaringan Bos PO Bus Pelangi

Regional
Mobil Rombongan Lamaran Nikah Terguling di Nunukan, 3 Orang Meninggal Dunia

Mobil Rombongan Lamaran Nikah Terguling di Nunukan, 3 Orang Meninggal Dunia

Regional
Jerinx Bersedia Hapus Akun Medsos jika Diperlukan untuk Mendapat Penangguhan Penahanan

Jerinx Bersedia Hapus Akun Medsos jika Diperlukan untuk Mendapat Penangguhan Penahanan

Regional
Ini Persyaratan Protokol Kesehatan untuk Mendaki di Gunung Semeru

Ini Persyaratan Protokol Kesehatan untuk Mendaki di Gunung Semeru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X