Mampir ke Eks Lokalisasi Dolly, Menteri Yohana Borong Batik dan Sepatu

Kompas.com - 27/08/2017, 16:52 WIB
Menteri Yohana melihat produk batik di pusat kerajinan warga eks lokalisasi Dolly Surabaya KOMPAS.com/Achmad FaizalMenteri Yohana melihat produk batik di pusat kerajinan warga eks lokalisasi Dolly Surabaya
|
EditorEgidius Patnistik

SURABAYA, KOMPAS.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise, mampir ke eks lokalisasi Dolly di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (27/8/2017). Selain menyapa warga di kawasan tersebut, Yohana menyempatkan diri ke pusat ruang pamer produk UKM Dolly di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan.

Dari tempat itu, dia membawa pulang empat bingkisan kain batik tulis dengan motif khas Surabaya, dan empat pasang sepatu produk UKM Dolly.

"Sepatunya bagus, lebih bagus dari yang saya beli di luar negeri," kata dia.

Menteri Yohana kagum dengan perkembangan eks lokalisasi Dolly sekarang.

"Kalau dulu banyak berkeliaran mucikari sekarang mulai banyak usaha ekonomi kreatif," katanya.

Baca juga: Risma: Gang Dolly Kini Jadi Tempat Wisata

Dolly sekarang, kata dia, juga menjadi kawasan yang layak anak untuk bisa berkembang dengan sehat.

"Nanti saya minta daerah-daerah yang sudah menutup lokalisasi, untuk belajar ke Dolly di Surabaya," katanya.

Senin besok, Menteri Yohana, dijadwalkan akan membuka acara Temu Nasional Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) 2017 di Surabaya.

Lihat juga: Beginilah Wajah Gang Dolly Kini...(3)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Regional
25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

Regional
Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Regional
Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Regional
Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Regional
Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Regional
Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X