PBNU Nyatakan Netral dalam Pilgub Jatim

Kompas.com - 27/08/2017, 11:13 WIB
Ketua MUI yang juga Rais Aam PBNU Maruf Amin (kanan) berbincang dengan Ketua PBNU Said Aqil Siroj (kiri) dalam acara Grand Launching Hari Santri (Hasan) 2017 di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (10/8/2017). Acara yang  mengangkat tema Santri Mandiri, NKRI hebat itu merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 oktober. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarKetua MUI yang juga Rais Aam PBNU Maruf Amin (kanan) berbincang dengan Ketua PBNU Said Aqil Siroj (kiri) dalam acara Grand Launching Hari Santri (Hasan) 2017 di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (10/8/2017). Acara yang mengangkat tema Santri Mandiri, NKRI hebat itu merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 oktober.
EditorSabrina Asril

SURABAYA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersikap netral dalam pelaksanaan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Pernyataan sikap ini menyusul adanya dua kader NU yang bertarung dalam Pilgub Jatim yakni Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa.

"Saya secara pribadi maupun struktural NU bersikap netral. Siapapun nanti yang menang di Pilkada Jatim 2018, itulah kader NU yang akan kami dukung," katanya, dalam kesempatan di Surabaya, Sabtu (27/8/2018).

Said mengungkapkan sikap itu juga berlaku bagi organisasi di bawah PBNU.

"Ansor harus netral, Banser harus netral. Yang tidak berpolitik harus netral," katanya menegaskan.

(Baca: Khofifah Masih Tunggu Restu Jokowi dan Kiai untuk Maju Pilgub Jatim)

Lebih lanjut, Aqil mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, terutama nahdliyin, agar melaksanakan Pilkada secara baik. Dia menyerahkan sepenuhnya pilihan politik kepada warga NU terkait calon yang diinginkan untuk memimpin Jawa Timur lima tahun ke depan.

"Karena siapapun Gubernur Jawa Timur yang terpilih nanti, yang menang tetap NU," ucap dia.

Baik Saifullah Yusuf maupun Khofifah sama-sama masuk dalam kepengurusan organisasi NU. Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, saat ini menjadi salah satu ketua di PBNU.

Gus Ipul sudah secara resmi dideklarasikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai bakal calon gubernur Jawa Timur.

Sementara Khofifah, meski sudah menyatakan akan maju dalam Pilgub, belum memiliki dukungan parpol yang pasti. Khofifah masih menjalin komunikasi ke sejumlah parpol untuk pencalonannya itu.

Baik Saifullah Yusuf maupun Khofifah sama-sama merupakan pengurus PBNU dan organisasi di bawahnya. Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, saat menjabat sebagai sebagai salah satu ketua di organisasi massa Islam terbesar di Indonesia itu.

Saifullah Yusuf secara resmi telah dideklarasikan Partai Kebangkitan Bangsa sebagai calon gubernur di Pilkada Jatim 2018.

Sedangkan Khofifah yang saat ini menjadi Menteri Sosial menjabat Ketua Umum Muslimat NU. Khofifah telah menyatakan kesediaannya maju Pilkada Jatim 2018. Namun, Khofifah hingga kini masih berkonsolidasi dengan sejumlah partai politik yang akan berkoalisi mengusungnya.


Kompas TV Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah menyaring dua nama yang akan diusung di pemilihan Gubernur Jawa Timur.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X