Sebagian Warga Grobogan Mendaftar First Travel Secara "Online"

Kompas.com - 26/08/2017, 14:24 WIB
Kediaman Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari Hasibuan, tersangka kasus dugaan penipuan calon jemaah umroh, di kawasan elit, Sentul City, Bogor, Jawa Barat, nampak sepi, Selasa (15/8/2017). Ramdhan Triyadi Bempah / KOMPAS.comKediaman Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari Hasibuan, tersangka kasus dugaan penipuan calon jemaah umroh, di kawasan elit, Sentul City, Bogor, Jawa Barat, nampak sepi, Selasa (15/8/2017).

GROBOGAN, KOMPAS.com - Sembilan orang warga Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melaporkan Perusahaan Penyelenggaraan Ibadah Umroh (PPIU) First Travel ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Grobogan. 

Dua keluarga itu mengaku telah menjadi korban penipuan First Travel lantaran tak jadi diberangkatkan ke Tanah Suci.

"Kemarin sembilan orang itu melapor ke kami. Ada bukti transfer dan pendaftaran umroh ke First Travel. Mereka mendaftar via online. Belakangan First Travel tak bisa dihubungi lagi," kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Grobogan, Hambali, Sabtu (26/8/2017).

Disampaikan Hambali, sembilan orang itu diketahui mulai registrasi pada 2016. Sebagian dijadwalkan akan berangkat pada Mei 2017 dan November 2017.

"Mereka sudah melunasi biaya umroh yang ditawarkan dengan mentransfer uang Rp 14 juta per kepala. Totalnya Rp 150 juta lebih," kata Hambali.

Menurut Hambali, masih ada ratusan warga Kabupaten Grobogan yang menjadi korban First Travel. Mereka mendaftar melalui perantara kantor perantara Jateng di Semarang.

Korban langsung berupaya melaporkan kasus yang mereka alami ke pihak Kementerian Agama RI atau ke Kepolisian. Bahkan juga mendatangi kantor First Travel.

"Ada 160-an orang Grobogan yang mendaftar ke First Travel melalui perantara itu. Mereka sudah menyetor Rp 15 juta per kepala. Jadwalnya diberangkatkan April tahun ini. Tapi belum ada kejelasan hingga saat ini," pungkasnya.

Seorang korban warga Kecamatan Karangrayung, Muslih Maskun mengaku mengetahui First Travel melalui Facebook. Ia dan korban lain mengaku tertarik dengan promo umroh murah senilai Rp 14,3 juta.

Mereka pun tidak meragukan legalitas First Travel.  "Kami percaya saja, terlebih sudah ada ratusan warga Grobogan yang berangkat umroh pada 2015 melalui jasa First Travel. Pikir kami biaya umroh Rp 14 juta itu murah karena umumnya umroh itu Rp 23 juta. Sekarang ini kami berharap uang kami dikembalikan," tutur Pengawas TK dan SD UPTD Pendidikan, Kecamatan Karangrayung ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

Regional
Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Regional
Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Regional
Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Regional
Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Regional
Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Regional
Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Regional
Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Regional
Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Regional
Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Regional
Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Regional
Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Regional
Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Regional
Dedi Mulyadi: Susi Pudjiastuti Legenda Kelautan

Dedi Mulyadi: Susi Pudjiastuti Legenda Kelautan

Regional
Ayah 15 Kali Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Ayah 15 Kali Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X