Di Desa Ini, Makam Gadis Perawan dan Ibu Hamil Selalu Dijaga

Kompas.com - 24/08/2017, 19:56 WIB
Ilustrasi Kuburan/JITET KompasIlustrasi Kuburan/JITET
EditorFarid Assifa

BANGKA, KOMPAS.com - Warga Desa Air Mesi Timur, Bangka Tengah, Bangka, memiliki kebiasaan unik dalam memperlakukan makam gadis perawan, ibu hamil dan anak-anak yang baru dikuburkan.

Mereka bergantian menunggui makam tersebut secara bergantian. Mereka melakukan hal itu selepas magrib selama tujuh kali. Warga baru pulang ke rumah setelah matahari terbit.

Baca juga: Makam Seorang Gadis Terbongkar, Kain Kafan Terbuka

Untuk menunggu makam, warga menyiapkan beberapa keperluan, di antaranya lampu penerangan, makanan ala kadarnya, alas tempat istirahat dan barang lainnya.


"Kegiatan ini secara sukarela dan kami lakukan. Masyarakat sangat terbantu dan keluarga pun mendukung penuh," kata Angga Wijaya, Ketua Ikatan Remaja Kubur (Irkur) Desa Air Mesu Timur Bangka Tengah dikutip tribunjogja.com dari bangkapos.com, Rabu (23/8/2017).

Angga mengatakan, tidak semua makam baru mereka jaga. Para remaja Irkur hanya menjaga makam anak-anak, ibu hamil dan perempuan yang meninggal masih perawan. Kebiasan itu sudah dilakukan sejak empat tahun lalu.

Tujuannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, ada orang yang ingin berbuat tidak baik terhadap jenazah yang baru saja dimakamkan.

"Dulu pernah terjadi di Bateng ini ada salah satu kuburan perempuan perawan yang baru meninggal digali," kata Angga.

"Menurut cerita orang-orang, tujuannya untuk mengamalkan ilmu. Jadi, setiap ada warga kami yang meninggal baik anak-anak, ibu hamil dan perempuan perawan, kami selalu menjaga makamnya untuk mengantisipasi hal itu," lanjut Angga.

Angga menyebutkan, tidak ada kegiatan khusus selama mereka menjaga kuburan. Biasanya mereka mengisi waktu satu malam suntuk dengan membaca Al Quran dan berbincang-bincang.

Baca juga: Dibongkar, Makam Anggota Paskhas TNI AU yang Tewas di Markasnya

Untuk diketahui, Irkur Desa Air Mesu Timur Bangka Tengah ini telah dibentuk sejak empat tahun lebih. Mereka merupakan bagian dari Irmas dan karang taruna desa setempat.

Salah satu kegiatannya adalah menjaga kuburan secara sukarela, membersihkannya dan mengadakan pengajian.

Keberadaan mereka telah diakui oleh Bupati setempat dan didukung kepala desa serta warga.

Berita ini sudah tayang di Tribunnews, Kamis 24 Agustus 2017 dengan judul Di Kampung Ini, Para Remaja Begadang Jaga Makam Perawan, Anak-anak dan Ibu Hamil, Ada Apa?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jawaban Aulia Saat Diminta Jadi Wakil Bobby Nasution di Pilkada Medan

Jawaban Aulia Saat Diminta Jadi Wakil Bobby Nasution di Pilkada Medan

Regional
Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Regional
Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng 'All Star Timuran' yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng "All Star Timuran" yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Regional
Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X