Mendagri: Kalau Sunda Wiwitan Masuk di E-KTP, Saya Melanggar UU

Kompas.com - 22/08/2017, 14:18 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo KumoloKOMPAS.com/Putra Prima Perdana. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo

BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, sesuai Undang-undang, kolom agama e-KTP hanya boleh ditulis 6 agama yang diakui oleh negara yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu. Sehingga pihaknya tidak memasukkan selain enam agama tersebut termasuk Sunda Wiwitan.

"Masalahnya Undang-undang mengatakan kolom agama harus dicantumkan oleh agama yang sah sesuai undang-undang. Kepercayaan itu tidak masuk undang-undang," kata Tjahjo saat ditemui seusai focus group discution (FGD) Manajemen Komunikasi Pemerintah di Era Digital di Hotel Holiday Inn, Pasteur, Kota Bandung, Selasa (22/8/2017).

Hal itu disampaikan Tjahjo terkait permintaan masyarakat Baduy untuk memasukkan agama "Selam Sunda Wiwitan" yang dianut warga Baduy dicantumkan pada kolom e-KTP.

Meski demikian, Tjahjo memastikan seluruh warga negara Indonesia berhak memiliki e-KTP.  "KTP itu napas. Mau untuk apa pun pakai KTP. Di kolom blankonya ditulis, tapi Jangan minta harus dimasukan dalam kolom agama. Kalau dimasukan saya yang salah karena melanggar undang-undang," ucapnya.


Baca juga: Cagar Budaya Akan Dieksekusi, Warga Adat Sunda Wiwitan Demo

Tjahjo meyatakan, jika ingin Sunda Wiwitan masuk kolom agama dalam e-KTP, maka hal tersebut harus terlebih dahulu diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). 

"Iya kita masih nunggu MK. Karena (keputusan) MK) final dan mengikat, maka seluruh keputusan larinya ke MK, jangan statement sendiri," ucap dia. 

"Kalau saya menyantumkan kelompok sunda wiwitan (dalam kolom agama e-KTP), saya melanggar undang-undang. Gubernur juga enggak berani. Tapi kalau MK setuju, boleh. Karena kepercayaan itu bukan agama," tambah dia.



EditorErlangga Djumena

Terkini Lainnya

5 Fakta Ibu Suruh Anaknya Ambil Paket Sabu 1 Kilo,  Untuk Kelabui Polisi hingga Sempat Kabur

5 Fakta Ibu Suruh Anaknya Ambil Paket Sabu 1 Kilo, Untuk Kelabui Polisi hingga Sempat Kabur

Regional
Kisah Aldi, Sempat Tak Diluluskan, Kini Berjuang Kumpulkan Uang agar Bisa Kuliah di Fakultas Hukum

Kisah Aldi, Sempat Tak Diluluskan, Kini Berjuang Kumpulkan Uang agar Bisa Kuliah di Fakultas Hukum

Regional
Tiba di Karanganyar, Prabowo Sebut Ada Urusan Keluarga

Tiba di Karanganyar, Prabowo Sebut Ada Urusan Keluarga

Regional
Jadi Kurir, Ibu yang Suruh Anak Ambil Paket Narkoba Dibayar Rp 5 Juta

Jadi Kurir, Ibu yang Suruh Anak Ambil Paket Narkoba Dibayar Rp 5 Juta

Regional
Seorang Ibu Rumah Tangga Tewas di Teras Rumah, Diduga Korban Perampokan

Seorang Ibu Rumah Tangga Tewas di Teras Rumah, Diduga Korban Perampokan

Regional
Dianggap Banyak Kecurangan, Massa Usul tes Urine untuk Komisioner KPU dan Bawaslu

Dianggap Banyak Kecurangan, Massa Usul tes Urine untuk Komisioner KPU dan Bawaslu

Regional
Asyik Ngopi di Halaman Rumah, Seorang Warga Diserang Harimau

Asyik Ngopi di Halaman Rumah, Seorang Warga Diserang Harimau

Regional
Terkait Tewasnya Anggota TNI, Polres Jayapura Kota Tetapkan Tiga Tersangka

Terkait Tewasnya Anggota TNI, Polres Jayapura Kota Tetapkan Tiga Tersangka

Regional
Selama Masa Lebaran, Peserta BPJS Kesehatan Bebas Berobat di Mana Saja

Selama Masa Lebaran, Peserta BPJS Kesehatan Bebas Berobat di Mana Saja

Regional
Di Aceh, Kereta Perintis Jadi Wisata Transportasi untuk Anak

Di Aceh, Kereta Perintis Jadi Wisata Transportasi untuk Anak

Regional
22 Titik Jalur Mudik Rawan Macet di Jatim, 6 Titik Ada di Tol

22 Titik Jalur Mudik Rawan Macet di Jatim, 6 Titik Ada di Tol

Regional
Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Benarkan Rawat Pasien Stres karena Pemilu

Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Benarkan Rawat Pasien Stres karena Pemilu

Regional
7 Fakta Siswa Tak Lulus Karena Kritisi Kepsek, Ingin Kuliah Hukum hingga Berpelukan dengan Kepsek

7 Fakta Siswa Tak Lulus Karena Kritisi Kepsek, Ingin Kuliah Hukum hingga Berpelukan dengan Kepsek

Regional
Begal di Jalur Mudik Aceh-Medan Libatkan Siswa SMA

Begal di Jalur Mudik Aceh-Medan Libatkan Siswa SMA

Regional
Antraks di Gunungkidul Yogyakarta Belum Menular ke Manusia

Antraks di Gunungkidul Yogyakarta Belum Menular ke Manusia

Regional

Close Ads X