Mobil Tertabrak Kereta Api, Kemenhub Tutup Jalan Pintu Perlintasan

Kompas.com - 21/08/2017, 16:29 WIB
Tim Labfor Polri saat menyelidiki penyebab kebakaran Pasar Pagi Kaliwungu Kendal. KOMPAS.com/Slamet Priyatin Tim Labfor Polri saat menyelidiki penyebab kebakaran Pasar Pagi Kaliwungu Kendal.
|
EditorErlangga Djumena

KENDAL,KOMPAS.com -  Kementerian Perhubungan Senin (21/8/2017), menutup perlintasan rel kereta api di Dukuh Brogo Desa Gebang Gemuh Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang merupakan lokasi kecelakaan kereta api menabrak mobil Avanza sehingga menewaskan semua penumpang mobil.

Petugas memasang tiang di tengah jalan menuju perlintasan, sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melewatinya.

Direktur Keselamatan Direktorat Jendral (Ditjen) Perekeretaapian Kementerian Perhubungan Edi Nursalam mengatakan, penutupan tersebut dilakukan untuk mengamankan laju KA, agar tidak terhambat atau mengalami kecelakaan.

“Kalau sepeda motor masih bisa lewat, karena motor tidak terlalu besar muatannya,” ujar dia.

Edi menyebutkan, jalan pintu perlintasan (JPL ) tersebut sifatnya ilegal. Sebab tidak ada penjaga pintunya. Menurut Edi, JPL nantinya bisa dibuka kembali jika Pemerintah Daerah Kendal mengajukan izin ke Kemenhub.

“Baru kemudian kami kaji, tapi harus berpalang dan ada penjagaannya, jika tidak tidak akan kami setujui,” ujarnya.

Kemenhub, datang ke Kendal, dalam rangka melihat langsung tempat terjadinya kecelakaan mobil Toyota Avanza yang tertabrak Kereta Api (KA) Kaligung saat melewati perlintasan kerera api.

Baca juga: Ini Identitas 5 Penumpang Avanza yang Tewas Tertabrak Kereta di Kendal

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kendal Muhammad Toha  mengatakan, sesuai Standar Opersional Presudur (SOP), untuk JPL yang tak berpalang memang harus ditutup. Di Kendal sebutnya, terdapat 31 JPL. Dari 31 JPL itu, yang baru berpalang pintu, ada 12. Delapan diantaranya dijaga oleh PT KAI.

“Sisanya tidak berpalang pintu. Solusinya memang harus dibuatkan, namun butuh biaya besar, sekitar Rp 400 juta,” ucapnya.

Disamping itu menurut Toha, Dishub saat ini kesulitan untuk penempatan petugas lantaran terkena moratorium PNS. Adapun petugas yang ada adalah petugas pekerja harian atau tenaga kontrak. Padahal, untuk petugas penjaga pintu ini tidak bisa sembarang orang. Melainkan tenaga khusus yang sudah dibekali dengan pendidikan dan pelatihan dari PT KAI.

“Jadi tidak sembarang orang. Penjaga JPL itu harus sudah yang bersertifikat,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan sebuah mobil Toyota Avanza hitam dengan pelat nomor B 998 RS, yang dinaiki 5 orang, tertabrak kereta api Kaligung, di perlintasan kereta tak berpalang pintu di Dukuh Brogo Desa Gebang Gemuh Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (20/8/2017) siang. Akibatnya, seluruh penumpang mobil meninggal dunia seketika di tempat kejadian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Regional
Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Regional
Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Regional
Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Regional
54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

Regional
Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di 'Freezer' Kapal China

Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di "Freezer" Kapal China

Regional
2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

Regional
Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Regional
Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Regional
Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Regional
Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Regional
Antisipasi Ledakan Covid-19 Klaster Pondok Gontor, Balai Desa dan Gedung Sekolah Jadi Ruang Isolasi

Antisipasi Ledakan Covid-19 Klaster Pondok Gontor, Balai Desa dan Gedung Sekolah Jadi Ruang Isolasi

Regional
Kasus Perusakan Fasilitas Pastoran SMK Bitauni oleh Sastrawan Felix Nesi Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Kasus Perusakan Fasilitas Pastoran SMK Bitauni oleh Sastrawan Felix Nesi Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Regional
Pemkab Banyumas Beri Bantuan Sembako dan Bangun Rumah Mbah Tarso

Pemkab Banyumas Beri Bantuan Sembako dan Bangun Rumah Mbah Tarso

Regional
'Saya Tidak Minta Apa-apa, Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati Saja'

"Saya Tidak Minta Apa-apa, Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati Saja"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X